Suara.com - Tentara Pakistan telah menangkap sekelompok militan Taliban yang menembak Malala Yousafzai, aktivis remaja yang memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan di negerinya.
Militan Taliban Pakistan telah mengaku bertanggung jawab atas penembakan Malala pada tahun 2012 silam. Malala ditembak karena nekat memperjuangkan hak-hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Dua orang pelajar perempuan lainnya juga terluka dalam aksi penembakan tersebut.
Menurut keterangan kepala bidang pers militer Pakistan Asim Bajwa, sebanyak 10 penyerang telah diidentifikasi dan ditangkap.
Malala selamat dari maut dan diterbangkan ke Inggris untuk mendapat perawatan. Sejak saat itu, Malala menjadi simbol perlawanan terhadap militan yang beroperasi di kawasan tempat tinggal suku Pashtun, Pakistan bagian barat laut.
Atas perjuangannya, Malala meraih penghargaan hak asasi manusia dari Uni Eropa dan dinominasikan untuk memperoleh Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu.
Saat ini, Malala masih tinggal di Inggris. Malala belum bisa kembali ke kampung halamannya karena Taliban mengancam untuk membunuh dirinya dan anggota keluarganya. (Reuters)
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
-
Kuasa Hukum Lee Kah Hin Optimistis Raih Keadilan dalam Praperadilan Kasus Sumpah Palsu
-
Anak-anak Papua Antusias Sambut Speed Boat Pengantar Makan Bergizi Gratis di Danau Sentani