Suara.com - Tentara Pakistan telah menangkap sekelompok militan Taliban yang menembak Malala Yousafzai, aktivis remaja yang memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan di negerinya.
Militan Taliban Pakistan telah mengaku bertanggung jawab atas penembakan Malala pada tahun 2012 silam. Malala ditembak karena nekat memperjuangkan hak-hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Dua orang pelajar perempuan lainnya juga terluka dalam aksi penembakan tersebut.
Menurut keterangan kepala bidang pers militer Pakistan Asim Bajwa, sebanyak 10 penyerang telah diidentifikasi dan ditangkap.
Malala selamat dari maut dan diterbangkan ke Inggris untuk mendapat perawatan. Sejak saat itu, Malala menjadi simbol perlawanan terhadap militan yang beroperasi di kawasan tempat tinggal suku Pashtun, Pakistan bagian barat laut.
Atas perjuangannya, Malala meraih penghargaan hak asasi manusia dari Uni Eropa dan dinominasikan untuk memperoleh Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu.
Saat ini, Malala masih tinggal di Inggris. Malala belum bisa kembali ke kampung halamannya karena Taliban mengancam untuk membunuh dirinya dan anggota keluarganya. (Reuters)
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina