Suara.com - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah), mengaku menerima keluhan dari keluarga Saiful Priatna, salah seorang terduga jaringan ISIS yang ditangkap di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
"Orang tuanya telepon dan bilang jika anak itu selalu di rumah. Orang tuanya juga tidak yakin (anaknya terlibat ISIS)," katanya saat dikonfirmasi di Jombang, Kamis (18/9/2014).
Ia juga mengatakan, orang tua Saiful Priatna juga mengeluhkan jika sampai sekarang mereka belum bisa bertemu dengan anak mereka.
Pihak keluarga, lanjut dia, berharap secepatnya bisa bertemu dengan anak itu, sehingga bisa memastikan kebenaran dari kabar anggota keluarga mereka yang diduga terlibat kelompok radikal Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).
"Keluarga khawatir, soalnya belum bisa bertemu dengan anak mereka," katanya.
Gus Sholah juga berjanji akan mencoba jika diminta keluarga untuk menjadi mediator guna mempertemukan orang tua Saiful Priatna dengan anak tersebut. Namun, ia juga mengerti jika polisi pun memerlukan waktu untuk mengungkap jaringan kelompok radikal itu.
Gus Sholah juga tidak menampik jika Saiful Priatna dulu pernah mengenyam pendidikan di PP Tebuireng, Jombang. Yang bersangkutan diketahui pernah belajar di pondok pada tahun 2000.
"Ia masuk di Tebuireng pada tahun 2000, tapi hanya satu tahun dan ia masuk ke kelas satu aliyah (madrasah aliah/ setingkat sekolah menengah atas)," ungkap Gus Sholah.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap warga yang diduga kelompok jaringan ISIS. Mereka ditangkap pad Sabtu (13/9/2014) dini hari, dan mengamankan tujuh warga, yakni tiga WNI dan empat WNA. Mereka menuju Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026