Suara.com - Polda Metro Jaya tengah mendalami laporan dugaan malpraktik yang terjadi di klinik Metropole Taman Sari, Jakarta Barat.
"Laporan atas dugaan malpratik itu sudah masuk kepada kami dan saat ini kasus tersebut sedang dikembangkan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Senin (22/9/2014).
Ia mengatakan, kasus ini terus ditindak lanjuti karena adanya laporan korban bernama Elda Deviana warga Jakarta, yang masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.
Menurutnya, korban dugaan malpratik itu saat berobat ke klinik tersebut diharuskan melakukan operasi terhadap keluhan yang dideritanya. Operasi itu dilakukan lebih satu kali dan korban sempat dioperasi tanpa dibius hingga pingsan dan mengalami pendarahan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
"Atas kejadian itu korban mengalami kerugian secara materi sebesar Rp25 juta dan kerugian fisik serta psikis," katanya.
Dikatakannya, dalam waktu dekat ini polisi akan melakukan pemanggilan terhadap empat dokter yaitu SN, LH, MR dan YN, nama-nama itu sesuai dengan yang dilaporkan oleh korban.
"Kami juga akan menanyakan terkait izin pratik terlapor dan mendalami apakah dokter tersebut benar dokter atau hanya sebagai dokter alternatif," ucapnya.
Apabila nanti dalam pemeriksaan terbukti melakukan malpratik maka keempat dokter tersebut akan dijerat dengan pasal 79 UU RI No 29 Tahun 2004 Tentang pratik kedokteran dan UU No 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?
-
Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban
-
IHSG Terbang ke Level 6.500, Emiten Bakrie Melesat
-
Demi Piala Oscar 2027, Taiwan Tunjuk A Foggy Tale di Kategori Internasional
-
Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia
-
Tarif Parkir Tegar Beriman Cibinong Bakal Dievaluasi, Kadishub Bogor: Menyesuaikan Kebutuhan Warga
-
Waspada Gempa Susulan! Warga Ngada Diimbau Tak Masuk ke Dalam Rumah
-
Dana JETP Rp333 Triliun Mandek, Airlangga Desak Proyek Energi Hijau Dikebut
-
Purnawirawan TNI Turun Gunung, Tambah Rp100 Juta untuk Sayembara Ijazah SMA Wapres Gibran
-
Lawan Vietnam di Final Piala AFF 2026, Pelatih Thailand Singgung Timnas Indonesia