Suara.com - Pesawat Amerika Serikat setidaknya telah terbang sebanyak 4.100 kali di wilayah Irak dan Suriah sebagai bagian dari perang untuk menghancurkan kelompok Daulah Islam (atau dikenal juga dengan ISIS) sejak Agustus 2014, kata pejabat militer AS, Senin (29/9/2014) waktu setempat.
Misi penerbangan tersebut melakukan pengeboman, pesawat mata-mata, dan juga pengisian bahan bakar. Sebagai tambahan dari 4.000 penerbangan selama kurang dari dua bulan, pesawat tempur dari negara-negara Arab anggota koalisi anti-ISIS telah terbang sekitar 40 kali di Suriah sejak 23 September.
Dari 4.100 penerbangan itu, sebanyak 1.400 di antaranya berasal dari pesawat pengisi bahan bakar.
"Jumlah tersebut baru dimulai pada 27 September lalu," kata sumber militer Amerika Serikat yang dirahasiakan identitasnya oleh AFP.
Jika operasi tersebut terus dilakukan dalam skala seperti saat ini, maka jumlah penerbangan pesawat tempur Amerika Serikat di Irak dan Suriah akan dengan cepat melampaui misi yang sama di Libya tahun 2011 lalu.
Pada 2011 lalu, Amerika Serikat menerbangkan pesawat militer sebanyak 5.300 kali selama empat bulan di wilayah udara Libya.
Sementara untuk tahun ini, misi perang udara di Irak pada awalnya hanya dibatasi untuk melindungi kantor-kantor perwakilan Amerika Serikat di negara tersebut dari ancaman serangan kelompok Daulah Islam.
Namun pada September, Presiden Barack Obama kemudian menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperluas aksi militer sampai ke Suriah untuk menghancurkan kelompok Daulah Islam. Dia juga membangun koalisi internasional untuk membantu misi tersebut.
Menurut keterangan Pentagon, pesawat tempur koalisi internasional telah menjatuhkan bom sebanyak 224 kali di Irak. Sementara di Suriah, serangan udara telah dilancarkan sebanyak 66 kali sejak 23 September lalu.
Di sisi lain, Pentagon juga membantah tuduhan sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia yang menyatakan bahwa serangan udara telah membunuh warga sipil.
"Sampai saat ini, kami tidak menerima informasi yang membenarkan adanya korban sipil setelah serangan udara," kata juru bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren.
Misi serangan udara Amerika Serikat di Irak dan Suriah diperkirakan telah menghabiskan uang negara sebanyak 780 juta sampai 920 juta dolar AS hingga 24 September 2014, demikian kata lembaga Center for Strategic and Budgetary Assessments. (AFP/Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Nomor 0881 Kartu Apa? Ternyata Operator Smartfren, Ini Kode Nomor Prefix Lainnya
-
Yusril Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Kericuhan Pejompongan: Tunggu Hasil Penyelidikan
-
Ikuti Putusan MK, Purbaya Akan Pisahkan MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2028
-
Mencuci Brush Makeup Pakai Sabun Apa? Ini Cara Membersihkannya agar Tetap Awet
-
0812 Nomor Apa? Kenali Kode Area dan Daerah Asal Kartu Telkomsel
-
Nahdliyin Muda Serukan 7 Tuntutan, Diadang Banser di Muktamar NU
-
Intip Rencana Bisnis SWAP Usai IPO
-
Samsung Galaxy Watch9 Rilis, Bawa AI Kesehatan dan Snapdragon Wear Elite
-
Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai
-
Harga Saham Anjlok, Bisnis Pop Mart Mulai Redup