Suara.com - Anggota Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Alvin Lie mengingatkan bahwa RUU Pilkada? yang sekarang sudah diundangkan DPR, adalah inisiatif pemerintah. Jadi, kata dia, mustahil Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak mengetahui dan tidak setuju subtansinya.
"Presiden menugaskan Mendagri untuk mewakilinya dalam pembahasan RUU Pilkada. Mustahil SBY tidak tahu dan tidak setuju substansinya," kata Alvin, Rabu (1/10/2014).
Jika tak sepakat dalam tahap mana pun, kata Alvin, sesungguhnya pemerintah dapat menarik kembali usulan RUU. Presiden bisa memerintahkan Mendagri untuk menarik usulan pemerintah.
"Fakta buktikan bahwa SBY tidak pernah perintahkan Mendagri untuk tarik kembali usulan RUU Pilkada. Itu tegaskan bahwa Presiden setuju," kata Alvin.
Menurut Alvin sangat ironis jika sekarang SBY mengklaim tidak setuju substansi UU Pilkada dan berencana menggugat ke MK serta ingin menerbitkan Perppu.
"Kenapa baru sekarang?" kata Alvin.
Alvin masih mempertanyakan alasan SBY mengajukan perubahan RUU Pilkada jika SBY tidak setuju substansinya. "Kenapa tidak memerintahkan Mendagri untuk menarik usulan?" kata dia.
Alvin mengusulkan agar SBY menjelaskan kepada publik tentang alasannya menyetujui pemerintah mengusulkan revisi UU Pilkada dan tidak memerintahkan Mendagri menarik usulan.
"Bagi saya, aksi @SBYudhoyono tolak tandatangani UU Pilkada, gugat ke MK, terbitkan Perppu dan sebagainya, cuma langkah panik atau upaya kelabuhi rakyat," kata Alvin.
Alvin menilai rencana menerbitkan Perppu ?UU Pilkada? adalah kepanikan dan dramatisasi SBY.
"Dia dapat dengan mudah perintahkan Mendagri cabut usulan RUU Pilkada.
Tapi dilakukan," katanya. "Amat memalukan. Presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat justru rampas hak rakyat untuk pilih langsung kepala daerahnya."
Alvin meminta kepada SBY agar jangan menganggap rakyat Indonesia bodoh dan mudah dikelabuhi.
"RUU Pilkada tidak akan pernah ada jika tak diusulkan pemerintah dan kau (SBY) restui," kata SBY.
Menurut Alvin, usaha SBY membangun citra sebagai politisi demokratis selama 10 tahun, rusak karena tidak peka terhadap tuntutan rakyat.
"Semuanya dia rusak sendiri dalam tiga pekan jelang lengser," kata Alvin.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS