Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku terkejut dengan terpilihnya Setya Novanto menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.
Hal itu disampaikan pihak ICW lantaran dinilai tidak pantas karena terkait berbagai macam kasus korupsi.
"Terus terang ini mengejutkan, namun hal tersebut sudah diprediksi bakal terjadi karena setelah Undang-Undang MD3 diresmikan maka itu dimanfaatkan betul oleh Koalisi Merah Putih (KMP)," kata Koordinator ICW, Emerson Yuntho di kantornya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis(2/10/2014).
Menurutnya, kasus yang melibatkan bendahara Umum Partai Golkar tersebut belum ada kepastian dari pihak kejaksaan.
Dia mengatakan bahwa belum ada surat resmi dari kejaksaan tentang pemberhentian terhadap kasus yang menyeretnya. Dia pun mencurigai kalau sekarang, Setya Novanto masih berstatus tersangka.
"Kita mempersoalkan Setya Novanto karena banyak terlibat kasus korupsi dan sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari kejaksaan apakah perkaranya dihentikan. Jangan-jangan status tersangka masih melekat sampai sekarang, dan saya melihat belum ada SP3 itu," tambahnya.
Setya Novanto diduga terkait beberapa kasus korupsi seperti Cessie Bank Bali, Kasus penyelundupan beras impor dari Vietnam sebanyak 60 ribu ton, Kasus e-KTP, dan juga Kasus PON Riau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?