Suara.com - Di tengah panasnya eskalasi politik di DPR, muncul kekhawatiran internal Koalisi Indonesia Hebat pecah.
Kekhawatiran tersebut muncul lantaran ada beda pandangan antara Presiden terpilih Joko Widodo dan anggota koalisi. Jokowi memiliki pandangan agar semua menteri yang berasal dari partai melepas jabatan struktural di partainya sehingga bisa fokus mengurus negara.
Namun, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tidak setuju. Ia mengatakan kader partai tetap dapat bekerja dengan baik di pemerintah, walau merangkap jabatan struktural di partai.
Menanggapi bilamana Jokowi tetap kekeuh mempertahankan pandangannya sehingga dikhawatirkan menjadi awal perpecahan, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding mengatakan tidak mau berspekulasi.
"Ya, kita jangan berandai-andai. Nggak sejauh itulah, Pak Jokowi itu kan orangnya akomodatif, memahami pertimbangan, masukan-masukan dari masyarakat," kata Karding kepada suara.com, Jumat (3/10/2014).
Karding menambahkan sesungguhnya hikmah dari keinginan Jokowi adalah agar menteri loyal pada Presiden.
"Sehingga kalau jadi menteri itu anak buah presiden. Nah, bahwa asalnya darimana itu terserah, dari dosen, partai, kelompok, agama tertentu, mewakili agama tertentu. Tapi, ada syaratnya. Syaratnya adalah harus profesional, masalahnya, kan seperti itu," kata Karding.
Namun ia menolak berbicara lebih lagi. Ia mengatakan masalah tersebut akan dibicarakan oleh Jokowi dan Muhaimin.
"Kalau itu nanti akan dibicarakan oleh Pak Jokowi dan Pak Muhaimin," kata Kadir.
Kekhawatiran Koalisi Indonesia Hebat pecah gara-gara beda pandangan soal posisi menteri dari partai disampaikan oleh anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok.
Menurut dia kalau Jokowi tetap ngotot hal itu bisa menjadi masalah serius.
“Kalau Muhaimin Iskandar tidak boleh rangkap ketua umum partai, ini bisa membuat PKB hengkang dan bisa gabung ke Koalisi Merah Putih,” kata Mubarok.
Kabinet Jokowi-JK terdiri dari 34 kementerian. Komposisinya, 18 menteri diambil dari kalangan profesional murni, sedangkan 16 menteri lagi berasal dari profesional partai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja
-
Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
-
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
-
5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi
-
Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia