Suara.com - Satu anggota Front Pembela Islam masuk dalam daftar pencarian orang di Polda Metro Jaya. Ini merupakan buntut demonstrasi untuk menolak kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berlangsung anarkis di depan gedung DPRD DKI Jakarta beberapa hari yang lalu.
"Atas kejadian ini satu orang dijadikan DPO, berinisial N," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2014).
Dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan 21 anggota FPI menjadi tersangka. Tapi, empat orang di antaranya tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.
"Soalnya mereka masih di bawah umur, masih sekolah, salah satunya santri," ujarnya.
Rusuh demonstrasi anggota FPI tak hanya membuat kacau lingkungan sekitar DPRD, dua anggota Polri ikut terluka dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Palmerah, Jakarta Barat. Keduanya adalah Kapolsek Gambir AKBP Putut Putra Sadana dan Kanit Provost Polres Jakarta Pusat Iptu Mukti Ali.
"Dua anggota masih dilakukan perawatan, yaitu Kapolsek Gambir dan anggota Provost Polres Jakpus," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo.
Sayangnya, setelah aksi tersebut, polisi tidak mengeluarkan larangan untuk demonstrasi kepada FPI. Alasannya, aksi demonstrasi untuk menyampaikan pendapat diatur oleh UU.
"Namanya undang-undang untuk menyampaikan pendapat dipersilakan, selama mereka tertib diijinkan dan akan kami kawal lebih ketat," kata Hendro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran
-
Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi
-
Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan
-
Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari
-
Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret
-
HUT ke-12, TransJakarta Banting Harga Jadi Rp12, Ini Syaratnya!
-
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya
-
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya