Suara.com - Warga Tanjungmorawa, Deliserdang, Sumatera Utara, mengkhawatirkan dampak tebaran abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, yang dirasakan cukup mengganggu di antaranya membuat udara berkabut dan nafas menjadi sesak.
"Abunya memang tidak terlihat jelas, tapi menimbulkan kabut dan pernafasan menjadi sesak. Dampak itu terasa hingga malam ini," kata J Nukman warga di Medan, Minggu (5/10/2014).
Bersyukur hujan deras terjadi pada Sabtu (4/10/2014) sore, hingga malam hari, sehingga bisa mengurangi tebaran abu vulkanik yang beterbangan di udara, ujarnya.
"Mudah-mudahan tidak terjadi erupsi lagi karena masih begini aja (letusan tidak besar), tebaran abunya sudah banyak dan menimbulkan nafas menjadi sesak," kata Nukman.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya terkait hal itu, mengaku erupsi Gunung Sinabung menimbulkan arus panas yang berguguran.
Karena itu warga diminta tetap mewaspadai dampak erupsi Gunung Sinabung yang hingga Minggu (5/10/2014) malam, statusnya tetap Siaga level III.
Erupsi Gunung Sinabung terjadi pada Minggu itu pukul 07:53 WIB dan membuat tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter.
Sebelum pukul 07:53 WIB, ada tiga kali erupsi sejak Minggu dini hari.
Berdasarkan laporan dari PVMBG, letusan itu disertai dengan luncuran awan panas.
Letusan pertama terjadi pada pukul 01:46 WIB yang diikuti guguran awan panas dengan jarak luncur sejauh 4.500 meter ke arah selatan.
Letusan berlangsung selama 263 detik dan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat
-
Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub
-
LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral
-
Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok
-
Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat