- Wapres Gibran menerima sepuluh siswa SMAN 1 Pontianak di Istana Wapres, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026) untuk memberikan motivasi.
- Pertemuan tersebut merespons polemik penilaian juri dalam babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani memutuskan mengulang babak final dengan dewan juri baru serta pengawasan langsung oleh pimpinan MPR.
Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberi semangat 10 siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang merupakan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat saat menerima mereka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam pertemuan itu, siswa-siswi SMAN 1 Pontianak tersebut diundang langsung oleh Wapres ke Jakarta untuk berdialog terutama setelah adanya polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI terkait keputusan dewan juri terhadap jawaban peserta lomba cerdas cermat. Siswa-siswi tersebut didampingi oleh tiga guru dari SMAN 1 Pontianak.
"Di dalam tadi, kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar," kata Josepha Alexandra Roxa Potifera, yang akrab disapa Ocha, saat ditemui selepas pertemuan dengan Wapres Gibran di Istana Wapres, sebagaimana dilansir Antara.
Wapres Gibran, sebagaimana dituturkan oleh Ocha, juga memberi semangat kepada para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan meningkatkan kemampuan berdebat dan mempertahankan argumentasi.
"Kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," kata Ocha.
Dalam kesempatan itu, Josepha mengaku senang diundang langsung untuk bertemu Wapres. Dia mengaku tidak pernah membayangkan akan bertemu tatap muka dengan Wapres di Istana Wapres.
"Kami dan tim sangat kaget karena informasinya tiba-tiba," kata Josepha,
Selepas bertemu Wapres Gibran, dia pun menyatakan kasus yang terjadi saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI itu akan menjadi pembelajaran bagi dirinya dan teman-temannya untuk berkembang.
"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," kata Ocha.
Baca Juga: Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
Josepha atau Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak yang menerima poin minus 5 dari Dewan Juri babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, meskipun jawaban yang dia sampaikan merupakan jawaban yang benar.
Ocha pun dalam acara itu langsung melayangkan protes kepada dewan juri, tetapi protesnya itu tidak diterima, dan dewan juri memilih memberikan poin kepada tim lain, yang akhirnya tim tersebut keluar sebagai pemenang.
Rekaman video yang menampilkan rangkaian peristiwa Josepha menjawab sampai akhirnya protesnya ditolak dewan juri itu kemudian viral di media sosial. Banyak dukungan diberikan kepada Josepha dari berbagai warganet hingga pimpinan MPR RI.
Bahkan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggelar sesi jumpa pers tersendiri di Jakarta, Rabu, untuk merespons polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Muzani mengumumkan babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan diulang, dan acaranya akan diawasi langsung oleh pimpinan MPR dari awal sampai akhir.
Tidak hanya itu, susunan dewan juri juga akan diganti seluruhnya, mengingat susunan dewan juri yang lama dinonaktifkan karena kekeliruan memberikan skor saat babak final.
Berita Terkait
-
Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
-
Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi
-
Bantah Ada Keberpihakan, Sekjen MPR Sebut Kisruh LCC Kalbar Murni Kendala Sound
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub
-
Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok
-
Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan