News / Nasional
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:46 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka. (instagram)
Baca 10 detik
  • Wapres Gibran menerima sepuluh siswa SMAN 1 Pontianak di Istana Wapres, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026) untuk memberikan motivasi.
  • Pertemuan tersebut merespons polemik penilaian juri dalam babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani memutuskan mengulang babak final dengan dewan juri baru serta pengawasan langsung oleh pimpinan MPR.

Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberi semangat 10 siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang merupakan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat saat menerima mereka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dalam pertemuan itu, siswa-siswi SMAN 1 Pontianak tersebut diundang langsung oleh Wapres ke Jakarta untuk berdialog terutama setelah adanya polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI terkait keputusan dewan juri terhadap jawaban peserta lomba cerdas cermat. Siswa-siswi tersebut didampingi oleh tiga guru dari SMAN 1 Pontianak.

"Di dalam tadi, kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar," kata Josepha Alexandra Roxa Potifera, yang akrab disapa Ocha, saat ditemui selepas pertemuan dengan Wapres Gibran di Istana Wapres, sebagaimana dilansir Antara.

Wapres Gibran, sebagaimana dituturkan oleh Ocha, juga memberi semangat kepada para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan meningkatkan kemampuan berdebat dan mempertahankan argumentasi.

"Kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," kata Ocha.

Dalam kesempatan itu, Josepha mengaku senang diundang langsung untuk bertemu Wapres. Dia mengaku tidak pernah membayangkan akan bertemu tatap muka dengan Wapres di Istana Wapres.

"Kami dan tim sangat kaget karena informasinya tiba-tiba," kata Josepha,

Selepas bertemu Wapres Gibran, dia pun menyatakan kasus yang terjadi saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI itu akan menjadi pembelajaran bagi dirinya dan teman-temannya untuk berkembang.

"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," kata Ocha.

Baca Juga: Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang

Josepha atau Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak yang menerima poin minus 5 dari Dewan Juri babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, meskipun jawaban yang dia sampaikan merupakan jawaban yang benar.

Josepha Alexandra Roxa Potifera, siswi SMAN 1 Pontianak (tengah) bersama teman-teman dan gurunya menjawab pertanyaan wartawan setelah dia dan siswa-siswi SMAN 1 Pontianak beserta tiga guru bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Foto dok. Pribadi)

Ocha pun dalam acara itu langsung melayangkan protes kepada dewan juri, tetapi protesnya itu tidak diterima, dan dewan juri memilih memberikan poin kepada tim lain, yang akhirnya tim tersebut keluar sebagai pemenang.

Rekaman video yang menampilkan rangkaian peristiwa Josepha menjawab sampai akhirnya protesnya ditolak dewan juri itu kemudian viral di media sosial. Banyak dukungan diberikan kepada Josepha dari berbagai warganet hingga pimpinan MPR RI.

Bahkan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggelar sesi jumpa pers tersendiri di Jakarta, Rabu, untuk merespons polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Muzani mengumumkan babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan diulang, dan acaranya akan diawasi langsung oleh pimpinan MPR dari awal sampai akhir.

Tidak hanya itu, susunan dewan juri juga akan diganti seluruhnya, mengingat susunan dewan juri yang lama dinonaktifkan karena kekeliruan memberikan skor saat babak final.

Load More