- KPK mendalami dugaan aliran suap dari anggota DPR Sudewo kepada Staf Ahli Menteri Perhubungan Robby Kurniawan terkait proyek DJKA.
- Pemeriksaan saksi dilakukan pada Mei 2026 untuk mengusut kemungkinan aliran dana tersebut mengalir hingga ke pihak internal Kemenhub.
- Kasus suap proyek jalur kereta api nasional sejak 2023 ini telah menyeret 21 tersangka individu serta dua korporasi terlibat.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pusaran kasus suap di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Terbaru, penyidik kini membidik dugaan aliran uang panas yang menyeret Robby Kurniawan (RB), Staf Ahli Menteri Perhubungan di era Budi Karya Sumadi dan Dudy Purwagandhi.
Uang tersebut diduga mengalir dari tangan anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024, Sudewo (SDW), kepada Robby Kurniawan.
Untuk menguatkan bukti tersebut, lembaga antirasuah telah memeriksa seorang saksi berinisial BBG pada Senin, 13 Mei 2026.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api yang telah mengguncang Kemenhub sejak tahun lalu.
“Pemeriksaan kali ini fokus terkait dengan dugaan pemberian uang dari pihak SDW kepada RB yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Benarkah Mengalir ke Menteri?
KPK tidak berhenti pada sosok Robby Kurniawan. Penyidik menduga kuat bahwa uang yang diterima oleh Robby tidak berhenti di kantong pribadinya, melainkan dialirkan kembali ke sejumlah pihak di internal Kementerian Perhubungan.
Pertanyaan besar pun muncul: Apakah aliran dana tersebut turut sampai ke meja Menteri Perhubungan saat itu, Budi Karya Sumadi?
Baca Juga: KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
Menanggapi hal ini, Budi Prasetyo menegaskan bahwa tim penyidik masih melakukan pendalaman intensif.
“Kami telusuri lagi apakah hanya berhenti di RB atau masih berlanjut,” tegasnya.
Jejak Kelam Proyek Jalur Kereta Api
Skandal besar ini pertama kali terkuak melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dramatis pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah—yang kini telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.
Sejak saat itu, kasus ini terus membengkak. Hingga 20 Januari 2026, KPK tercatat telah menetapkan dan menahan total 21 tersangka, termasuk Sudewo.
Tak hanya individu, dua korporasi juga ikut terseret dan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.
Penyimpangan ini diduga terjadi pada sejumlah proyek strategis nasional, di antaranya:
- Pembangunan jalur ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso.
- Pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan.
- Empat proyek konstruksi dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur.
- Proyek perbaikan perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatera.
Modus operandi yang digunakan tergolong rapi. KPK menduga ada pengaturan pemenang proyek melalui rekayasa sistematis, mulai dari proses administrasi hingga penentuan pemenang tender di meja lelang.
Berita Terkait
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci