Suara.com - Seorang lelaki muda warga Chicago, telah ditahan dan diancam dakwaan pasal mengenai dukungan pada organisasi teroris luar negeri, pada Senin (6/10/2014) waktu setempat, usai ditangkap akhir pekan lalu.
Seperti diberitakan, lelaki yang baru berusia 19 tahun itu ditangkap di Bandara Internasional O'Hare, Chicago, pada Sabtu (4/10) lalu, dengan tuduhan hendak berangkat menuju Suriah guna bergabung dengan organisasi radikal ISIS --yang belakangan menyebut dirinya dengan Islamic State.
Mohammed Hamzah Khan, nama pemuda yang tinggal di kawasan Bolingbrook itu, dihadirkan di hadapan Jaksa Susan Cox di Pengadilan Distrik AS di Chicago, Senin waktu setempat. Dia lalu diperintahkan ditahan, menunggu agenda hearing kasusnya pada Kamis depan.
Berdasarkan keterangan dalam berkas kejaksaan, Khan ditangkap di bandara kota itu saat akan terbang ke Istanbul (Turki) dengan pesawat Austrian Airlines. Di dalam interogasi, sang pemuda pun mengaku kepada petugas bahwa dia berencana berjumpa seorang penghubung di Turki, yang akan membawanya bergabung dengan ISIS.
Menurut keterangannya pula, Khan berharap "akan terlibat (di ISIS) dalam peran layanan publik, di satuan kepolisian, tugas kemanusiaan, atau dalam pertempuran". Agen FBI sendiri menemukan beberapa buku catatan di rumah pemuda itu, yang antara lain berisikan rencananya untuk bergabung dengan ISIS.
Khan pun diketahui meninggalkan sebuah surat untuk keluarganya, yang antara lain menjelaskan keputusannya tersebut. Dalam catatan itu, Khan menulis bahwa dia punya kewajiban untuk pindah ke wilayah yang dikuasai kelompok itu (ISIS), serta bahwa dirinya tak setuju diharuskan membayar pajak (AS) yang dananya digunakan untuk membunuh saudara-saudaranya sesama Muslim. Surat itu pun berisi ajakan kepada keluarganya untuk turut bergabung.
"Saya menyampaikan sebuah undangan, kepada keluarga saya, untuk bergabung denganku di Islamic State," tulisnya di salah satu bagian surat itu.
Pihak pemerintah AS sempat menyebut bahwa lebih dari 100 warganya diduga telah membuat rencana untuk bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Beberapa diketahui telah pergi dan kembali, sementara lainnya sudah ditangkap sebelum berangkat. Beberapa juga diketahui telah tewas, serta ada yang masih bertempur bersama ISIS. Direktur FBI, James Comey, memperkirakan bahwa saat ini sekitar selusin warga AS tengah aktif membantu ISIS.
AS sendiri tidak memiliki UU khusus yang bisa mencegah seseorang bergabung dengan kelompok organisasi tertentu. Namun, negara itu punya UU Antiterorisme yang selama ini dipakai untuk mendakwa orang-orang yang dicurigai. Dalam kasus Khan ini, jika terbukti bersalah mencoba memberi bantuan bagi ISIS, dia bisa terkena hukuman 15 tahun penjara dan denda US$250.000 (sekitar Rp3 miliar).
Juru bicara Kantor Kejaksaan AS sejauh ini tidak bersedia mengatakan atas dasar apa para agen federal curiga pada Khan, atau bagaimana awalnya hingga pemuda itu bisa ditarik bergabung oleh ISIS. Namun diketahui, belakangan ini agen-agen AS memantau ketat anak-anak muda yang khususnya ingin terbang ke Turki, negara yang berbatasan dengan Suriah. Kemungkinan dalam kasus Khan, rencananya untuk terbang ke sana dan kembali dalam dua malam, menjadi awal kecurigaan bagi petugas. [Reuters]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025