Suara.com - Seorang mahasiswa di Universitas Hokkaido, Jepang, diduga berencana pergi ke Suriah untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mahasiswa berusia 25 tahun itu dilaporkan mengambil cuti kuliah agar bisa berangkat ke Suriah.
Menurut Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, polisi masih menginterogasi si mahasiswa.
"Saya mendapat informasi bahwa polisi melakukan penggeledahan berdasarkan undang-undang kriminal. Namun saya tidak akan memberikan keterangan rinci karena kasus ini masih diselidiki," kata Suga kepada wartawan.
"Sebagai anggota komunitas internasional, negara kami memiliki kebijakan untuk mengambil langkah mencegah terorisme," lanjut Suga.
Bulan lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) meminta negara-negara anggota untuk memberlakukan undang-undang kriminal serius bagi warganya yang nekat berangkat ke luar negeri untuk bergabung dengan ISIS.
Lansiran Asahi Shimbun, polisi menyita paspor si mahasiswa. Selain menginterogasi mahasiswa tersebut, polisi juga menanyai seorang lainnya yang memiliki kaitan dengan sebuah toko buku di Tokyo. Di toko buku tersebut, dipasang sebuah lowongan kerja di Suriah.
Menurut pernyataan pejabat senior Israel, sedikitnya ada sembilan warga Jepang yang bergabung dengan ISIS. Kendati demikian, Suga belum membenarkan informasi tersebut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung
-
PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi