Suara.com - Jelang seri balapan ke-15 MotoGP musim ini di Sirkuit Motegi, Jepang, Marc Marquez punya peluang untuk mengunci gelar Juara Dunia 2014 lebih awal. Hal itu lantaran berkat kemenangannya di 11 dari 14 balapan yang sudah berjalan sejauh ini, pebalap tim Repsol Honda itu punya keunggulan poin cukup jauh (75 poin) dari pesaing terdekat, yaitu rekan setimnya Dani Pedrosa.
Marquez sendiri, sebagaimana yang disampaikannya dalam jumpa pers GP Jepang, Kamis (9/10/2014) ini, mengaku tidak terbebani dengan peluang juara lebih awal itu. Selain mengaku tidak gugup, Marquez juga memastikan bahwa pendekatannya terhadap "balapan kandang" Honda ini akan sama saja dengan balapan-balapan lainnya.
Lalu, bagaimana komentar para pesaingnya mengenai hal itu? Berbicara di kesempatan yang sama, dua pebalap andalan tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, mengakui bahwa keuntungan ada di tangan Marquez, walau menganggap peluang menghadangnya tetap saja ada.
"Saya kira itu adalah pilihan (strategi) yang tepat (bagi Marquez), karena dia telah membangun keuntungan besar sejak awal musim balapan ini, dan kini dia bisa memutuskan untuk tetap berlomba secara 100 persen. Itu akan menghilangkan tekanan di satu sisi," ujar Rossi.
"Kami masih punya empat balapan tersisa, dan Marc tentu ingin memenangi musim balapan ini selekas mungkin. Tapi ini bukanlah balapan terakhir. Ini hanyalah 'match point' pertama," sambungnya.
"Bagi saya, dan bagi kami bertiga (Rossi, Lorenzo dan Pedrosa), kami harus mencoba finish di depannya. Kami sadar bahwa pada Minggu nanti, jika kami berada di belakangnya, maka kompetisi ini selesai. Dan (karena itulah) kami akan coba menjaga peluang tetap terbuka setidaknya hingga satu weekend lagi," tambah Rossi.
"Jika saya adalah dia (Marquez), saya mungkin tak tahu bagaimana saya bisa melakukannya, karena kupikir diriku tak pernah mendapat keunggulan poin sebesar itu. Tapi saya hanya mencoba membalap dengan cara yang sama. Saya coba membalap pada batasanku, tapi tidak melampauinya," komentar Lorenzo pula.
"Jelas bahwa jika Anda punya selisih poin begitu besar, tekanan mental Anda tak akan sebesar jika hanya unggul 10 atau 15 poin misalnya. Jadi, ya, saya kira dia tidak akan gugup," tandasnya. [MotoGP.com]
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya