Suara.com - Ratusan warga Sampit Kalimantan Tengah, menggelar shalat Istisqa, meminta Allah SWT menurunkan hujan supaya kabut asap sirna.
"Shalat Istisqa ini adalah salah satu upaya kita agar Allah menurunkan hujan agar asap kebakaran lahan yang saat ini sudah sangat mengganggu, bisa hilang. Selain itu, pemadaman kebakaran lahan juga terus dilakukan," kata Bupati Kotim, H Supian Hadi di Sampit, Jumat (10/10/2014).
Ratusan warga yang didominasi pegawai Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, khusyuk menjalankan shalat di halaman kantor Bupati Kotim.
Shalat dua rakaat tersebut dipimpin Ustaz Acil Saidi sebagai imam, sedangkan khatibnya adalah Ustaz Syarifudin.
"Saya meminta di seluruh kecamatan juga melaksanakan istisqa. Tiap hari juga tidak masalah. Kita di kabupaten memulai, jadi diharapkan ini bisa diikuti seluruh kecamatan," jelas Supian.
Ustaz Syarifudin dalam khutbahnya mengatakan, bencana kabut asap yang saat ini terjadi di Kotim dan beberapa daerah lain di Kalteng, merupakan ujian dari Allah yang harus disikapi dengan introspeksi diri.
"Di antara bala adalah tidak diturunkannya hujan. Makanya kita harus banyak bertaubat dengan membaca istigfar. Kita minta ampun dan berdoa agar diselamatkan dari bala bencana," ucap Syarifudin.
Sementara itu, kabut asap pada pagi hari cenderung makin parah sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini terjadi karena kebakaran lahan masih marak terjadi di Sampit dan sekitarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu