News / Nasional
Jum'at, 10 Oktober 2014 | 13:12 WIB
Puluhan warga bersama Bupati Kabupaten Barito Utara, melaksanakan salat Istisqo. [Antara/Kasriadi]

Suara.com - Ratusan warga Sampit Kalimantan Tengah, menggelar shalat Istisqa, meminta Allah SWT menurunkan hujan supaya kabut asap sirna.

"Shalat Istisqa ini adalah salah satu upaya kita agar Allah menurunkan hujan agar asap kebakaran lahan yang saat ini sudah sangat mengganggu, bisa hilang. Selain itu, pemadaman kebakaran lahan juga terus dilakukan," kata Bupati Kotim, H Supian Hadi di Sampit, Jumat (10/10/2014).

Ratusan warga yang didominasi pegawai Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, khusyuk menjalankan shalat di halaman kantor Bupati Kotim.

Shalat dua rakaat tersebut dipimpin Ustaz Acil Saidi sebagai imam, sedangkan khatibnya adalah Ustaz Syarifudin.

"Saya meminta di seluruh kecamatan juga melaksanakan istisqa. Tiap hari juga tidak masalah. Kita di kabupaten memulai, jadi diharapkan ini bisa diikuti seluruh kecamatan," jelas Supian.

Ustaz Syarifudin dalam khutbahnya mengatakan, bencana kabut asap yang saat ini terjadi di Kotim dan beberapa daerah lain di Kalteng, merupakan ujian dari Allah yang harus disikapi dengan introspeksi diri.

"Di antara bala adalah tidak diturunkannya hujan. Makanya kita harus banyak bertaubat dengan membaca istigfar. Kita minta ampun dan berdoa agar diselamatkan dari bala bencana," ucap Syarifudin.

Sementara itu, kabut asap pada pagi hari cenderung makin parah sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini terjadi karena kebakaran lahan masih marak terjadi di Sampit dan sekitarnya. (Antara)

Load More