News / Internasional
Jum'at, 10 Oktober 2014 | 17:07 WIB
Malala Yousafzai. (Reuters/Olivia Harris)

Suara.com - Malala Yousafzai, remaja putri Pakistan yang ditembak karena memperjuangkan hak-hak kaum perempuan untuk memperoleh pendidikan, menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2014 pada hari Jumat (10/10/2014).

Malala tak sendiri. Perempuan itu ditemani oleh Kailash Satyarthi, aktivis pejuang hak-hak anak asal India.

Malala, (17), jadi pemenang Hadiah Nobel termuda. Malala mematahkan rekor Lawrence Bragg, ilmuwan Inggris kelahiran Australia sebagai penerima Hadiah Nobel termuda. Bragg masih berusia 25 tahun ketika ia berbagi hadiah Nobel Fisika dengan ayahnya di tahun 1915.

Pada tahun 2012, Malala ditembak di bagian kepala dalam sebuah bus sekolah di Lembah Swat oleh sejumlah lelaki bersenjata. Ia ditembak setelah memuat tulisan bernada perlawanan terhadap larangan mengenyam pendidikan bagi kaum perempuan oleh kelompok Taliban ke internet.

Malala sempat dilarikan ke Inggris untuk menjalani perawatan. Hingga kini, dirinya melanjutkan perjuangannya dari Inggris dengan mendirikan yayasan Malala Fund untuk mendukung kelompok-kelompok advokasi pendidikan di Pakistan, Nigeria, Yordania, Suriah, dan Kenya.

Sementara itu, Satyarthi selama ini merupakan tokoh yang ada di garis depan beragam demonstrasi damai menentang eksploitasi anak-anak untuk mengeruk keuntungan finansial.

Hadiah Nobel sebesar 1,1 juta Dolar akan diserahkan di Oslo, Norwegia, 10 Desember mendatang, bertepatan dengan hari peringatan kematian Alfred Nobel, pencetus penghargaan Nobel pada tahun 1895. (Reuters)

Load More