Suara.com - Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPR Setya Novanto - keduanya berasal dari koalisi partai pendukung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden Juli silam - membantah isu bahwa kedua lembaga tinggi negara yang mereka pimpin akan menjegal pemerintahan Joko Widodo, presiden terpilih yang akan dilantik 20 Oktober mendatang.
Keduanya, yang bersama Ketua DPD, Irman Gusman menggelar pertemuan tertutup dengan Jokowi di Jakarta, Jumat malam (10/10/2014), mengatakan bahwa koalisi para pendukung Prabowo yang kini mendominasi kursi di DPR akan membantu jalannya pemerintahan.
Bahkan menurut Setya, para ketua dan elit partai pendukung Prabowo seperti Aburizal Bakrie dari Golkar, Hatta Rajasa dan Amien Rais dari PAN, dan Suryadharma Ali dari PPP sudah sepakat mendukung Jokowi-JK.
"Kita sama-sama dukung pemerintah. Kalau program pemerintah baik kita lanjutkan, kalau tidak sesuai kita luruskan," ujar Setya berdiplomasi.
Setya juga sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan itu juga membicarakan sinergitas pemerintahan dan DPR ke depan. Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah memikirkan cara mensejahterakan rakyat.
"Di DPR sendiri saat ini sedang kita siapkan fraksi-fraksi dengan komisinya, tentu nanti setelah diumumkan akan kami sesuaikan. Sehingga program-program presiden, bisa bersama-sama dan bisa jadi landasan teman-teman di fraksi dan di DPR,” kata Setya.
Sementara Zulkifli selaku ketua MPR mengatakan bahwa pelantikan Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla akan berjalan lancar tanpa perlu khawatir ada upaya penjegalan dari kubu Prabowo.
"Kita sepakat, pada 20 Oktober nanti harus kita sukseskan karena acara itu. Saya kira sudah tidak ada lagi isu yang tidak tepat. Apakah namanya penjegalan atau yang lainnya," kata politikus PAN itu.
Berita Terkait
-
Jokowi Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pimpinan Tiga Lembaga Tinggi Negara
-
Politik Terus Bergejolak, CT: Pasar Bisa Berhenti Bekerja
-
Setya: Komisi di DPR Harus Jalin Hubungan Baik dengan Pemerintah
-
Bambang: KPK Tak Pernah Keluarkan Sprindik untuk Setya Novanto
-
Setya Novanto Tanggapi Beredarnya 'Sprindik' KPK
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!