News / Nasional
Jum'at, 10 Oktober 2014 | 22:57 WIB
Joko Widodo dan tiga pimpinan lembaga tinggi negara bertemu di Jakarta, Jumat (10/10) [suara.com/Bagus Santosa].

Suara.com - Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPR Setya Novanto - keduanya berasal dari koalisi partai pendukung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden Juli silam - membantah isu bahwa kedua lembaga tinggi negara yang mereka pimpin akan menjegal pemerintahan Joko Widodo, presiden terpilih yang akan dilantik 20 Oktober mendatang.

Keduanya, yang bersama Ketua DPD, Irman Gusman menggelar pertemuan tertutup dengan Jokowi di Jakarta, Jumat malam (10/10/2014), mengatakan bahwa koalisi para pendukung Prabowo yang kini mendominasi kursi di DPR akan membantu jalannya pemerintahan.

Bahkan menurut Setya, para ketua dan elit partai pendukung Prabowo seperti Aburizal Bakrie dari Golkar, Hatta Rajasa dan Amien Rais dari PAN, dan Suryadharma Ali dari PPP sudah sepakat mendukung Jokowi-JK.

"Kita sama-sama dukung pemerintah. Kalau program pemerintah baik kita lanjutkan, kalau tidak sesuai kita luruskan," ujar Setya berdiplomasi.

Setya juga sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan itu juga membicarakan sinergitas pemerintahan dan DPR ke depan. Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah memikirkan cara mensejahterakan rakyat.

"Di DPR sendiri saat ini sedang kita siapkan fraksi-fraksi dengan komisinya, tentu nanti setelah diumumkan akan kami sesuaikan. Sehingga program-program presiden, bisa bersama-sama dan bisa jadi landasan teman-teman di fraksi dan di DPR,” kata Setya.

Sementara Zulkifli selaku ketua MPR mengatakan bahwa pelantikan Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla akan berjalan lancar tanpa perlu khawatir ada upaya penjegalan dari kubu Prabowo.

"Kita sepakat, pada 20 Oktober nanti harus kita sukseskan karena acara itu. Saya kira sudah tidak ada lagi isu yang tidak tepat. Apakah namanya penjegalan atau yang lainnya," kata politikus PAN itu.

Load More