Suara.com - Kelompok pecahan Taliban mengeluarkan ancaman kepada Malama Yousafzai yang baru saja meraih penghargaan nobel perdamaian dunia atas perjuangannya dalam membela hak kaum perempuan di Afghanistan.
Jamaat ul Ahrar yang berpisah dari Taliban pada Agustus melontarkan tanggapannya atas keberhasilan Malala meraih Nobel lewat akun Twitternya.
“Karakter seperti Malala harus tahu bahwa kami tidak akan menghambat propaganda kami. Kami telah menyiapkan pisau yang tajam untuk musuh Islam,” kicau Ehsanullah Ehsan.
“Malala berbicara banyak tentang senjata dan konflik bersenjata. Apakah dia tahu bahwa pendiri Nobel adalah orang yang menciptakan bahan peledak?” kicaunya.
Malala (17 tahun) adalah aktivis pendidikan yang selamat dari tembakan senjata kelompok Taliban di kepala pada 2012 lalu. Taliban Pakistan yang merupakan induk dari belasan grup militan belum memberikan tanggapan atas sukses Malala meraih Nobel perdamaian.
Malala menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2014 pada hari Jumat (10/10/2014). Malala tak sendiri. Perempuan itu ditemani oleh Kailash Satyarthi, aktivis pejuang hak-hak anak asal India.
Malala, (17 tahun), jadi pemenang Hadiah Nobel termuda. Malala mematahkan rekor Lawrence Bragg, ilmuwan Inggris kelahiran Australia sebagai penerima Hadiah Nobel termuda. Bragg masih berusia 25 tahun ketika ia berbagi hadiah Nobel Fisika dengan ayahnya di tahun 1915.
Pada tahun 2012, Malala ditembak di bagian kepala dalam sebuah bus sekolah di Lembah Swat oleh sejumlah lelaki bersenjata. Ia ditembak setelah memuat tulisan bernada perlawanan terhadap larangan mengenyam pendidikan bagi kaum perempuan oleh kelompok Taliban ke internet. (News/Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT