Murthalamuddin juga meminta semua pihak untuk tidak membesar-besarkan kelompok bersenjata itu. "Agar tidak menjadi tunggangan banyak pihak untuk merusak kembali nikmat damai yang sedang berlangsung sekarang," tandasnya.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan Aceh Partai Aceh (DPA PA) meminta pihak tertentu tidak lagi menyeret daerah ini seperti masa konflik sebelum penandatanganan nota kesepahaman damai (MoU) Helsinki, Finlandia.
"Kini tugas kita bersama untuk menjaga dan merawat perdamaian, bukan malah menciptakan pola-pola lama yang akan kembali menyeret Aceh dalam konflik," ucap Juru bicara Dewan Pertimbangan Aceh Partai Aceh Suadi Sulaiman.
Suasana damai dan aman di Aceh sudah dirasakan bersama, setelah dihentikan konflik bersenjata selama puluhan tahun di Aceh, kata politisi Partai Aceh itu.
Menurut dia, serangkaian adanya pernyataan selama ini sangat provokatif, baik yang dimunculkan pribadi atau kelompok. Kondisi itu sangat disayangkan karena bisa mengarah kepada disintegrasi.
Butuh kepekaan bersama "Hari ini Aceh membutuhkan sentuhan lembut bukan kasar. Aceh butuh perhatian bukan provokasi-provokasi yang sudah kedaluwarsa," katanya, menambahkan.
Suadi menjelaskan, stabilitas politik, perekonomian dan pembangunan di Aceh memang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat. Tapi, yang dilakukan Pemerintah Aceh memang belum maksimal seratus persen.
"Karena itu, disinilah sangat dibutuhkan kepekaan dan kebersamaan kita untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Aceh dibawah pimpinan Gubernur Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf (Zikir). Namun, bukan dengan menunjukan sikap arogan yang bermuara pada kebencian," tukas dia.
Pembangunan dan perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab bersama. "Kita boleh saja melakukan intervensi terhadap pemerintah, namun dalam arah membangun bukan membenci dan memecahbelah," ujar Suadi, menegaskan.
Karena itu, dibutuhkan adanya kerukunan yang beragam dan universal serta dapat menata kehidupan secara damai, saling menghormati, toleransi serta terintegritas dalam satu kata membangun dan menjaga Aceh, ujar dia.
"Aceh hari ini seperti bayi yang dilahirkan dari rahim konflik, maka tanggung jawab kita sekarang adalah merawat dan membesarkan bayi tersebut, sehingga akan memberikan perubahan sistematis dan berkelanjutan bagi Aceh," ucapnya, menjelaskan.
Kepada anggota DPR Aceh, ia juga berharap agar mampu benar-benar mengupayakan dan memperjuangkan aspirasi rakyat bagi semua sektor pembangunan Aceh keseluruhan, jangan hanya mempertahankan anggaran untuk daerah pemilihannya saja.
Pengamat politik dan hukum dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam M Adli Abdullah, menilai saat ini ada skenario pihak-pihak tertentu yang berkeinginan mengusik proses perdamaian yang sedang berjalan di Aceh.
"Saya melihat ada skenario dari pihak tertentu yang memainkan perannya untuk mengusik perdamaian di Aceh. Terkesan aktornya mirip seperti Aceh awal-awal Pemerintahan Irwandi-Nazar," tutur dosen Fakultas Hukum Unsyiah itu.
Ia berharap kepekaan aparat keamanan untuk segera menghentikan setiap gelagat kekerasan di Aceh. Dan berharap juga ada langkah-langkah politik, sehingga Aceh tidak kembali tergiring ke situasi konflik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini