Suara.com - Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal mengatakan eksekusi cambuk di hadapan masyarakat umum bukan untuk menghina para terpidana syariat Islam.
"Hukuman cambuk bagi para pelanggar syariat Islam di hadapan umum bukan untuk menghina terpidana, tetapi untuk mengangkat derajat dan martabat mereka di hadapan Allah SWT," katanya di Banda Aceh, Sabtu, (20/9/2014).
Wali Kota Banda Aceh menyebutkan, eksekusi cambuk merupakan bagian dari penerapan syariat Islam yang sedang dijalankan oleh pemerintah kota untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai kota madani.
Illiza menjelaskan, eksekusi cambuk di hadapan masyarakat umum bukan sebuah tontonan dan bukan kegiatan untuk menghinakan manusia.
"Belum tentu mereka yang melakukan pelanggaran yang terkena hukuman cambuk lebih buruk dari kita yang hadir menyaksikan proses eksekusi. Bisa jadi kita akan lebih buruk dari mereka," kata dia.
Mereka, katanya, menjalankan hukuman dan telah bertaubat kepada Allah. "Jadi jangan datang ke sini, bertepuk tangan menghina mereka. Bisa jadi, tanpa kita sadari, kita sedang menepuki diri kita sendiri," ujarnya.
Menurut dia, hukuman cambuk yang dilaksanakan hendaknya tidak hanya menjadi hukuman fisik para pelanggar atau terpidana, tetapi juga berefek jera kepada mereka yang dihukum maupun seluruh masyarakat.
"Hukuman cambuk ini tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan azab Allah SWT. Karena itu, marilah kita menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang agama," kata Illiza.
Oleh karena itu, Wali Kota Banda Aceh ini mengajak semua elemen selaku hamba Allah SWT dan umat Rasulullah SAW senantiasa memperbaiki diri dan memperbanyak amalan kebajikan.
Sebelumnya, delapan terpidana syariat Islam kasus maisir atau perjudian di Kota Banda Aceh, menjalani hukuman cambuk, di hadapan umum di Masjid Besar Pahlawan depan Taman Makam Pahlawan, Gampong (desa) Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (19/9/2014). (Antara)
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan
-
BLTS Rp 900 Ribu di Aceh Tamiang Disalurkan Manual, Kantor Pos Masih Rusak Pascabencana
-
Penanganan 7 Ruas Jalan Nasional Terdampak Pasca Bencana di Aceh Tamiang Berangsur Pulih
-
Ribuan Liter Air Bersih Terus Didistribusikan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang
-
Viral Video Dini Hari, Aktivitas Truk 'Bawa' Kayu Lalu Lalang di Jalur MedanBanda Aceh
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Prabowo Soal Bantuan Bencana: Pemerintah Terbuka, Asal Tulus dan Jelas Mekanismenya
-
Palak Pedagang Pakai Sajam, Dua Preman 'Penguasa' BKT Diringkus Polisi
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan
-
Hadapi 7.426 Kasus Narkoba, Pemprov DKI Siapkan Tiga Strategi Utama di 2026
-
Blak-blakan Prabowo, Ini Alasan Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional
-
Tak Punya SIM, Pengemudi Civic Hantam Separator dan Bus TransJakarta di Bundaran HI
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Tunjukkan Empati, Warga Bukittinggi Rayakan Tahun Baru di Jam Gadang Tanpa Pesta Kembang Api
-
Kemenag Serahkan Bantuan Rp10,2 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatra Barat
-
Polisi Selidiki Teror ke DJ Donny, dari Kiriman Bangkai Ayam hingga Bom Molotov