Suara.com - Belum habis rupanya cerita kekejaman tentara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sejumlah lokasi yang dikuasainya di dua negara itu.
Sejumlah saksi mata yang selamat dari pembantaian di Kobane, kota yang berbatasan hanya beberapa kilometer antara Suriah-Turki mengungkapkan cerita aksi sadis para jihadi kelompok militan tersebut.
Bocah 13 tahun Dillyar misalnya, tak akan bisa lupa saat tentara ISIS memenggal kepada sepupunya di depan matanya.
Kedua bocah bersaudara ini tertanggkap tentara ISIS saat hendak mencari jalan untuk kabur dari Kobane, tapi sayangnya, sepupunya Muhammad keburu tertangkap oleh tentara yang tengah berpatroli.
“Mereka mendorongnya hingga tersungkur ke tanah dan kepalanya langsung dipenggal sambil teriak ‘Allahu Akbar,” cerita Dillyar kepada Dailymail.
“Saya selalu teringat di mimpi saya setiap malam. Dan saat terbangun saya masih tetap mengingat semuanya,” tambahnya.
Kisah tentang kekejian ISIS juga disampaikan Amin Fajar (38) yang selamat ke lokasi pengungsian di Suruc, perbatasan Turki.
“Saya melihat ratusan remaja, dan jenazahnya tanpa kepala. Sebagian lainnya kaki dan lenggannya buntung. Saya juga melihat wajah, mata atau lidah mereka dipotong. Saya tidak akan pernah bisa melupakannya sepanjang hidup saya. Mereka sengaja memamerkannya untuk menaku-nakuti,” ungkap Amin.
Aksi sadis itu memang manjur untuk membuat warga merinding. Amin bersama istri dan tiga anaknya memilih kabur diam-diam dari Kobane ke kamp pengungsian Suruc.
“Anak-anak melihat jenazah tanpa kepala itu, Mereka melihatnya,” ujarnya sambil berbisik.
Lain lagi dengan cerita Ahmed Bakki seorang petani yang bermukim di sekitar Kobane.
Ahmed sempat menelpon ke rumah sepupunya, tapi sial, yang mengangkat malah tentara ISIS dan mengatakan: “Kami sudah memenggal kepalanya dan membawanya ke Jarabulus (kota lain yang dikuasai ISIS).”
Dia juga sempat menyaksikan seorang guru Bahasa Inggris diseret dari rumahnya karena dituduh kafir. Belakangan Ahmed mengetahui kalau kepalan orang nahas itu putus digorok belati.
“Tetangga saya dipenggal karena kata mereka, dia mengirim sayuran buat para kafir,” tutup Ahmed. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim