Suara.com - Pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak lagi berani memasuk zona merah di kawasan tersebut. Warga ogah mati konyol hanya gara-gara memasuki wilayah tersebut.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan, mengatakan, lokasi yang selama ini rawan terkena luncuran lava panas dan debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, sudah steril.
"Desa yang masuk daerah berbahaya itu yakni Desa Sukameriah, Desa Bekerah dan Desa Simacem sudah kosong. Tidak ada lagi penduduk yang bermukim di sana. Mereka seluruhnya berada di lokasi penampungan," kata Jhonson.
Jhonson mengatakan, warga di daerah tersebut dalam waktu dekat ini akan direlokasi di kawasan hutan produksi Desa Siosor, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo atau sekitar lebih kurang 12 Km dari Kota Kabanjahe.
Bahkan di lokasi hutan produksi yang agropolitan tersebut, para pengungsi dibangunkan perumahan dan lahan perkebunan oleh Pemerintah Pusat.
Oleh karena itu, katanya, lahan perkebunan milik pengungsi yang berada di zona merah tersebut tidak dibenarkan lagi dikelola warga di daerah itu.
"Kalau terjadi erupsi Gunung Sinabung dan luncuran awan panas dan debu vulkanik, maka penduduk yang tinggal di tiga desa tersebut bisa menjadi korban," kata mantan Humas Pemkab Karo.
Sehubungan dengan itu, jelasnya, maka Pemerintah Pusat merelokasi warga tersebut di tempat yang aman dan terjamin tidak akan terkena material Gunung Sinabung.
"Hal ini, sudah dipikirkan baik dan buruknya, maka pengungsi Sinabung yang masih tinggal di penampungan disuruh pindah di kawasan hutan produksi tersebut," kata Jhonson.
Data yang diperoleh menyebutkan ada sebanyak 3.287 jiwa atau 1.019 kepala keluarga (KK) pengungsi Sinabung yang masih tinggal di 16 lokasi penampungan dan mereka berasal dari zona merah (daerah berbahaya), yakni Desa Sukameriah, Desa Bekerah dan Desa Simacem.
Sebelumnya, Gunung Sinabung Kabupaten Karo masih berstatus Siaga Level III dan Minggu (12/10) terjadi guguran 142 kali.
Selain itu, terjadi beberapa kali erupsi, yaitu pada pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 3 kali awan panas guguran.
Jarak luncur sejauh 2.000-3.000 meter ke arah Selatan dan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB terjadi 3 kali awan panas guguran, jarak luncur sejauh 2.000-2.500 meter ke selatan, tinggi kolom abu awan panas 1.000 meter.
Pada pukul 12.00-18.00 WIB terjadi 3 kali awan panas guguran, jarak luncur sejauh 1.500-2.500 meter ke selatan, tinggi kolom 2.000 meter ke arah tenggara dan abu awan panas 1.000-1.500 meter. (Antara)
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah