Suara.com - Presiden Joko Widodo mengumumkan Kabinet Kerja pada Minggu (26/10/2014) dan dari 34 kementerian yang diumumkan, ia menunjuk Indroyono Soesilo sebagai Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, sebuah kementerian baru yang tak ada dalam pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Indroyono yang pada 27 Maret kemarin berusia 59 tahun itu memang bukan orang baru di bidang pemanfaatan sumber daya kelautan. Sejak 20 November 2012 silam dia diangkat sebagai Direktur Sumberdaya Perikanan dan Akuakultur Organisasi Pangan Dunia (FAO) yang bermarkas di Roma, Italia.
Lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat itu adalah orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan penting dalam organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.
Dalam sebuah rekaman wawancara yang diunggah ke website FAO pada September lalu, Indroyono menjelaskan gagasan pemanfaatan sumber daya kelautan sebagai sumber pangan dunia, dengan pendekatan yang modern dan berkelanjutan, sambil memperhatikan kehidupan warga di pulau-pulau kecil dengan menyediakan sarana transportasi, komunikasi, serta fasilitas dasar lainnya.
Indroyono mengawali pendidikannya di Institut Teknologi Bandung, sebelum melanjutkan pendidikan ke Universitas Michigan, Amerika Serikat. Ia menuntaskan pendidikan tingkat doktoral di Universitas Iowa, di AS.
Berita Terkait
-
Dari Jenderal hingga Mantan Menteri: Ini Daftar Lengkap 24 Calon Dubes RI yang Lolos Uji DPR
-
Kejar Tayang, Kenapa DPR Uji Kelayakan 24 Calon Dubes saat Akhir Pekan?
-
Komisi I DPR Titip Pesan Khusus untuk Calon Dubes Indonesia untuk AS
-
Tak Banyak Bicara Usai Jalani Fit and Proper Test, Calon Dubes AS Indroyono Soesilo: Doain Saja Dulu
-
Beredar Daftar 24 Nama Calon Dubes RI, Pimpinan Komisi I DPR: Sebagian Ada yang Cocok
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok