Suara.com - Sekertaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan, dirinya belum mendapat perintah dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Itu urusan nanti. Saya belum tentukan dan pak Prabowo belum sampaikan perintah," Ujar Muzani, di DPR, Jakarta, Senin (27/10/2014).
Namanya memang digadang-gadang menjadi wakil Basuki T Purnama (Ahok) yang menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meninggalkan jabatannya karena dilantik menjadi Presiden.
Menurut Muzani, selain belum ada perintah dari partai, dirinya juga masih berfikir tentang kepantasan dan kecocokan untuk mendampingi Ahok.
"Saya mendengar harapan itu, tapi saya juga harus berfikir kepantasan dan kecocokan, saya masih konsentrasi mengurusi fraksi," kata anggota DPR RI ini.
Kendati demikian, jika memang dirinya ditunjuk menerima mandat itu, dia pun siap. Dia akan mencari waktu dan tempat yang tepat untuk menyampaikannya secara resmi.
"Pada saatnya saya bakal menyampaikannya," tutupnya. (Bagus Santosa)
Berita Terkait
-
Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
-
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi
-
Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
KPK Pecah Suara? Wakil Ketua Akui Ada Keraguan Tetapkan Tersangka Korupsi Kasus Haji
-
Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
-
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
-
Guru Besar UNM Soroti Pasal Penghinaan di Era 'Big Bang' Transformasi Hukum 2026
-
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
-
Tolak Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme, Koalisi Sipil: Berbahaya Bagi Demokrasi dan HAM
-
Survei UGM: 90,9% Masyarakat Puas Atas Penyelenggaraan dan Pelayanan Transportasi Libur Nataru
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
-
Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas Normatif Saja Soal Reformasi Polri