Dewan Fatwa Nasional Malaysia mengharamkan perayaan hari Halloween. Mereka melarang warga Muslim untuk turut merayakan hari rayai yang biasa diperingati di negara-negara Barat setiap tanggal 31 Oktober itu.
Menurut pernyataan yang diunggah di laman resmi Facebook-nya, Dewan Fatwa Nasional Malaysia mengatakan bahwa Halloween merupakan perayaan untuk menghormati orang-orang mati. Dewan tersebut mengatakan, umat Islam hendaknya memanjatkan doa daripada merayakan tradisi asal Irlandia tersebut.
Fatwa haram tersebut dikeluarkan sebagai bentuk tanggapan atas kritik yang dilayangkan warga Muslim di kawasan Seremban, pekan lalu. Mereka memprotes acara Halloween yang digelar sebuah sekolah swasta internasional di wilayah tersebut. Sekolah itu memasang spanduk berisi ajakan kepada para murid, termasuk siswa Muslim untuk menghadiri acara tersebut.
Spanduk tersebut memicu kehebohan dikalangan sejumlah kelompok Muslim. Salah satunya adalah Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) yang mendesak agar Dewan Fatwa Nasional bertindak melarang acara tersebut.
Sebagai informasi, Halloween merupakan perayaan yang populer di negara Barat terutama Amerika Serikat. Tradisi yang berakar dari sebuah upacara orang Kelt kuno di Irlandia itu awalnya diyakini sebagai cara untuk berdamai dengan arwah orang mati dengan tujuan menolak bala. (Freemalaysiatoday)
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu
-
5 Film Horor Klasik Terbaik Sepanjang Masa, Tak Kalah dari yang Modern
-
Unik! Dhika Himawan Hamil, Brandon Salim Umumkan Lewat Kostum Halloween
-
Kocak! Amanda Manopo dan Kenny Austin Cosplay Jadi Sumo hingga Mario Bros
-
Heidi Klum Jadi Medusa untuk Halloween 2025, Ular di Kepalanya Bergerak!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta
-
4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus
-
Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere