Suara.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan menurunkan pangkat para pejabat di DKI Jakarta yang menolak melaporkan hartanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia sengaka mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014), untuk menkonsultasikan soal pelaporan Harta Kekayaann Penyelenggara Negara (LHKPN) sejumlah pejabat yang menjadi anak buahnya.
"Semua pejabat struktural dari eselon 1 sampai 4 harus lapor hartanya, kalau tidak lapor kita akan coret biar jadi staf saja," kata Ahok.
Ahok mengaku sengaja berkunjung ke KPK, karena sebelumnya ada laporan sejumlah pejabat DKI yang tidak melaporkan daftar harta kekayaannya.
Ahok menuturkan, pelaporan daftar kekayaan pejabat DKI ke KPK adalah sebagai upaya mempromosikan program cash society (pengunaan secara elektronik) di Jakarta.
Dalam program tersebut pejabat tidak bisa menarik secara tunai uang sebesar Rp25 juta. Sehingga semua transaksi harus melalui perbankan.
"Nah lewat bank, PPTAK dan KPK bisa memonitor dengan mudah," tambahnya.
Lebih lanjut Ahok mengatakan, dengan program cash society, lembaga swadaya seperti ICW juga bisa mengawasi gaya konsumtif pejabat DKI. (Nikolaus Tolen)
Berita Terkait
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
DiSembunyikan di Gudang Siantar, Land Cruiser Rp2 Miliar Bupati Kuansing Akhirnya Ditowing KPK
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami
-
Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden