Suara.com - Sejumlah besar perempuan kesepian, sebagian besar di antaranya adalah para janda, harus merasakan pahitnya ditipu oleh seseorang asing yang dikira sudah bisa menjadi teman dekat, bahkan mungkin calon pasangan hidup. Bukannya romantisme atau pasangan hidup yang didapat, lelaki yang mereka kenal secara terpisah di sebuah situs kencan online itu ternyata malah "menyedot" uang mereka hingga total belasan miliar rupiah.
Kejahatan itu dilakukan oleh seorang warga negara Ghana, bernama Maurice Asola Fadola. Salah satu modus utama Fadola adalah dengan mengaku sebagai seorang mayor jenderal asal Amerika Serikat (AS) --tentunya dengan foto profil palsu. Dengan sedikit kemampuan merayu, plus juga kiriman puisi dan rangkaian bunga di momen ulang tahun beberapa perempuan, dia berhasil meraup total sekitar 800.000 pound sterling (Rp15 miliar lebih) dari tak kurang 19 perempuan Inggris.
Fadola sendiri akhirnya kini sudah divonis bersalah, serta akan menjalani hukuman lima tahun penjara di negeri asalnya. Dia juga diharuskan mengembalikan semua harta yang sudah diambil dari para korbannya. Dalam kasusnya yang sudah dikembangkan sejak tiga tahun terakhir dan disidangkan sejak 2012, itu Fadola diyakini sengaja menyasar para perempuan di kawasan Inggris, Prancis, Swedia, juga Italia dan AS. Dia divonis bersalah atas lebih dari 20 kejahatan.
Di antara 19 perempuan asal Inggris, Katherine Clark yang berusia 71 tahun adalah salah satunya. Nenek asal Southsea, Hampshire, ini termasuk yang diterbangkan ke Ghana untuk bersaksi dalam persidangan atas kejahatan Fadola.
Clark telah kehilangan suaminya lebih dari 30 tahun lalu, sebelum akhirnya mengenal Fadola (dengan profil samarannya) di internet. Dalam kasusnya, sang penipu mengaku sebagai seorang kontraktor bernama Bruce yang tinggal di London. Clark pun mengaku terus terang segera terpesona dengan sosok "Bruce".
"Dia membuatku merasa hebat, membuatku merasa diinginkan, dan bahwa dia adalah seseorang yang tulus. Perasaan itu terasa menyenangkan," tuturnya kepada Sky News dalam satu kesempatan beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip situs Mirror.co.uk.
Kepada Clark, "Bruce" lantas mengaku pindah ke Ghana, di mana menurutnya dia hendak berinvestasi di sebuah perusahaan tambang. Dia pun meminta bantuan dana dari Clark untuk kepentingan itu. Yang menarik, Clark lantas sempat terbang ke Ghana, berjumpa Fadola yang menyamar sebagai sopir "Bruce", yang mengantarnya sampai ke kediaman mewah "Bruce" yang sesungguhnya.
Rumah mewah di kawasan pinggiran Accra, ibu kota Ghana, itu sendiri dibuat dan dibiayai sehari-harinya menggunakan uang hasil penipuan Fadola. Di tempat itu pulalah aparat hukum akhirnya menemukan dan menangkap Fadola. Sang penipu sendiri akhirnya ketahuan ketika sempat berusaha mendapatkan visa Inggris, di mana identitasnya dicurigai oleh Agensi Kejahatan Inggris yang tengah mengusut kasus seorang perempuan difabel yang harus menjual rumahnya dan diminta mengirimkan uang ke Ghana.
Dena White, janda berusia 57 tahun asal East Yorkshire, adalah salah satu korban lainnya dari Fadola. Dalam kasus White, sang penipu mengaku bernama Steve Moon, seorang personel militer yang lantas mengatakan butuh uang untuk memenangkan kasus "pertikaian medali perang"-nya. Kepada White, "Moon" mengaku tak bisa mengakses uangnya sendiri karena tengah bertugas di Irak. White akhirnya menggadaikan rumahnya dan lantas mengirimkan uang sebesar 50.000 pound (hampir Rp1 miliar) kepada penipu itu.
Seperti diceritakan White, mereka berdua pada saat itu terasa sudah bak pasangan kekasih yang senantiasa berkomunikasi romantis. Percakapan via fasilitas chatting di internet bahkan sampai mereka lakukan berjam-jam setiap harinya. Sementara, meski dia mengaku tetap berusaha berhati-hati, White memandang tak ada yang mencurigakan baginya dari semua tindak-tanduk "Moon" saat itu.
"Tentu saja saya berusaha berhati-hati, tapi semua yang dia katakan padaku terlihat seolah sudah benar adanya," ungkap White, sebagaimana dikutip Daily Mail, belum lama ini.
"Dia juga kerap mengirimkan puisi untukku. Kedengarannya mungkin seperti tak masuk akal, tapi kami saat itu rasanya sedang saling jatuh cinta," tuturnya pula. [Mirror]
Berita Terkait
-
Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana
-
Prediksi Kolombia vs Ghana: Adu Taktik dan Lini Siapa yang Lolos 16 Besar?
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura
-
Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism
-
Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE
-
Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet
-
Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius