- Polresta Yogyakarta mengungkap praktik *love scamming* lintas negara yang telah beroperasi hampir satu tahun di Sleman.
- Aktivitas terorganisasi ini melibatkan 160 hingga 200 karyawan yang dibagi menjadi tiga sif kerja.
- Polisi mengamankan 64 pekerja dan menetapkan enam orang, termasuk CEO, sebagai tersangka dalam kasus ini.
Suara.com - Polresta Yogyakarta mengungkap praktik love scamming lintas negara yang telah beroperasi hampir satu tahun dari wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aktivitas tersebut dijalankan secara terorganisasi dengan sistem kerja bergiliran dan target keuntungan besar setiap bulannya.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber yang kemudian mengarah pada aktivitas mencurigakan.
Tepatnya di PT Altair Trans Service Cabang Yogyakarta, yang berlokasi di Jl. Gito Gati, Padukuhan Penen, Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kegiatan ini sudah berlangsung hampir satu tahun,” kata Adrian kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Disampaikan Adrian, dari hasil pemeriksaan kepolisian para karyawan bekerja dalam tiga sif. Setiap sif karyawan ditarget mengumpulkan 2 juta koin per bulan.
“Hitungan per 16 koin itu dibayar sebesar 5 dolar,” ucapnya.
Berdasarkan perhitungan kepolisian, nilai transaksi dari praktik tersebut tergolong sangat besar. Dalam satu sif saja, perputaran uang yang dihasilkan mencapai angka fantastis.
“Kalau dihitung secara kalkulasi, per sif itu dapat menghasilkan Rp10 miliar lebih. Sedangkan dalam pekerjaannya dibagi ke dalam tiga sif,” ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
Adrian menjelaskan, total pegawai yang terlibat dalam operasional tersebut berkisar antara 160 hingga 200 orang.
Saat penggerebekan pada Senin (5/1/2026) lalu, polisi mendatangi lokasi pada sif pagi. Sebanyak 64 orang pekerja diamankan dan diperiksa lebih lanjut oleh polisi.
“Total pegawai 160–200 karena itu waktu penangkapan sif pagi,” ucapnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami peran masing-masing karyawan. Puluhan orang masih berstatus saksi, sedangkan enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Para tersangka yakni laki-laki berinisial R (35) selaku CEO atau pemilik di Indonesia, perempuan berinisial H (33) selaku HRD, laki-laki berinisial P (28) selaku project manager, laki-laki berinisial V (28) dan G (22) selaku team leader, serta perempuan berinisial M (28) selaku project manager.
“Untuk puluhan orang, kami masih mendalami peran masing-masing. Saat ini statusnya masih saksi,” terangnya.
Sementara itu, aliran dana serta pihak yang paling diuntungkan dari kejahatan ini masih terus ditelusuri.
Berita Terkait
-
Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
-
Terbongkar Love Scamming Lintas Negara di Jogja, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
-
Kasus Pelanggaran Konsumen, dr. Richard Lee Diperiksa Sebagai Tersangka di Polda Metro Besok
-
Penampakan Markas Scam Internasional di Sleman: Kantor 24 Jam, Izin 'Siluman' dari Jabar
-
Markas Scam Internasional Terbongkar di Sleman: Pakai Izin dari Jabar, Ngontrak di Rumah Warga
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan