News / Nasional
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:50 WIB
Polresta Yogyakarta merilis kasus sindikat love scamming lintas negara yang bermarkas di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Polisi bongkar sindikat *love scamming* internasional yang beroperasi dari Sleman.
  • Pelaku gunakan aplikasi kloning dari China berisi konten porno untuk jerat korban.
  • Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka, puluhan lainnya masih diperiksa.

Suara.com - Polisi mengungkap modus operandi sindikat love scamming lintas negara yang digerebek di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sindikat ini ternyata menjalankan aksinya menggunakan aplikasi kloningan dari China yang berisi konten pornografi untuk menjerat korban dari negara-negara Barat.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menuturkan bahwa para korban berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.

"Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi kloningan dari China bernama WOW. Konten foto atau video porno di dalamnya sudah disiapkan oleh perusahaan (pusat)," kata Riski kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Modus Operandi Terpusat dari China

Menurut Riski, para karyawan di Indonesia bertindak sebagai 'agen' yang menggunakan profil palsu. Mereka akan masuk ke dalam aplikasi menggunakan ID khusus dan ditempatkan secara acak dalam ruang obrolan (chat room) yang seluruhnya dikendalikan dari China.

"Para karyawan ini mengaku sebagai sosok dalam konten pornografi tersebut. Itulah scam-nya," jelasnya.

Selain konten yang sudah ada di aplikasi, perusahaan di Indonesia juga menambahkan materi porno yang diunduh dari internet secara manual ke perangkat kerja. Aktivitas para agen dipantau secara ketat, bahkan sistem akan memberikan notifikasi jika tidak ada pergerakan selama 10 menit.

Enam Tersangka Ditetapkan

Polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu:

Baca Juga: Terbongkar Love Scamming Lintas Negara di Jogja, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

  • R (35), selaku CEO atau pemilik di Indonesia.
  • H (33), selaku HRD.
  • P (28) dan M (28), selaku project manager.
  • V (28) dan G (22), selaku team leader.

Dari penggerebekan yang dilakukan pada Senin (5/1/2026), polisi awalnya mengamankan 64 orang. Puluhan lainnya kini masih berstatus sebagai saksi.

Sejumlah barang bukti, termasuk 50 unit laptop, 30 ponsel, dan kamera pengawas, turut disita sebagai sarana tindak pidana.

Load More