Suara.com - Peneliti pada Divisi Kajian Hukum Tata Negara dari Sinergi Masyarakat untuk Indonesia (Sigma) Imam Nasef mengatakan Jaksa Agung RI terpilih harus berkarakter reformis dan pemberani.
"Agar linier dengan salah satu visi Presiden Jokowi di bidang penegakan hukum, yaitu reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas dari korupsi, untuk posisi Jaksa Agung, Presiden harus memilih orang yang berkarakter reformis dan pemberani," ujar M. Imam Nasef dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/11/2014).
Menurut dia, calon-calon dari kalangan eksternal tentu lebih potensial memiliki karakter itu daripada kalangan internal.
"Mungkin saja calon-calon dari kalangan internal telah tersandera atau setidak-tidaknya telah terpengaruh oleh kultur birokrasi yang kurang sehat di lembaga itu sehingga sulit melakukan reformasi di lembaga itu," kata dia.
Selain itu, dia mengutarakan bahwa Presiden juga harus ekstra hati-hati dalam memilih jaksa agung, sekurang-kurangnya tiga kriteria ini harus dijadikan sebagai batu uji, yaitu independensi, "track record", dan kompetisi.
Pertama, terkait independensi, Jaksa Agung RI harus benar-benar orang yang merdeka, terlepas dari kepentingan politik, dan tidak berafiliasi dengan partai politik, apalagi menjadi anggota atau pengurus parpol.
Kedua, terkait jejak rekam, Jaksa Agung RI tidak boleh memiliki rekam jejak yang buruk, misalnya pernah terlibat kasus hukum, apalagi korupsi. Selain itu, harus memiliki integritas tinggi.
Ketiga, terkait dengan kompetensi, Jaksa Agung RI selain harus memiliki kualitas kepemimpinan yang baik juga harus memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang penegakan hukum, minimal punya pengalaman di bidang itu.
Kriteria-kriteria itu, menurut dia, sangat dibutuhkan seorang jaksa agung mendatang untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum itu.
"Tidak dapat dipungkiri saat ini lembaga itu masih dihinggapi 'public distrust' akibat kekurang profesionalan dalam menangani sejumlah kasus dan terungkapnya beberapa kasus pelanggaran hukum terutama korupsi yang justru dilakukan oleh oknum kejaksaan sendiri," ujar dia.
Dia mengatakan bahwa publik sudah rindu kehadiran lembaga kejaksaan yang profesional dan bebas korupsi.
Berita Terkait
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan
-
Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT