Suara.com - Kondisi Gn (45) warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terduga Ebola, setelah pulang dari tempatnya bekerja di Liberia kondisinya semakin membaik. Gn dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem, Pare.
"Pemeriksaan hari ini pasien terduga Ebola stabil, dalam artian tanda-tanda vital seperti tensi, suhu normal, suhunya 36,9 derajat Celsius," kata dokter yang merawat pasien dr Harnowo kepada wartawan, Senin (3/11/2014).
Dia mengatakan, kondisi pasien sudah lebih baik saat ini. Pasien juga diketahui tidak mengalami perdarahan ataupun diare. Bahkan, pasien juga sudah merasa tidak nyeri lagi di tubuhnya.
Pihaknya mengatakan, sampai saat ini pasien memang masih dirawat di ruang isolasi, mengingat ia baru pulang dari negara endemik penyakit Ebola. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi serta waspada pada serangan penyakit.
Pasien, lanjut dia, diberi obat-obatan, serta diberi cairan infus. Hal itu dilakukan sebagai upaya pengobatan pada pasien tersebut. Pemberian itu dilakukan sampai kondisinya pulih.
Harnowo mengungkapkan, sampai saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem, Pare, Kabupaten Kediri, masih menunggu hasil laboratorium. Sampai saat ini, hasil uji laboratorium masih belum keluar.
"Kami masih tunggu hasil uji laboratoriumnya. Kami juga terus waspada," katanya.
GN adalah salah satu dari 28 buruh migran yang kembali dari Liberia pada Minggu (26/10/2014). Ia dirawat di rumah sakit setelah mengaku mengeluhkan sakit dengan gejala demam, nyeri saat menelan, nyeri sendi, dan batuk.
Pasien sempat dirawat di puskesmas setempat lalu dirujuk ke rumah sakit setelah demamnya tidak kunjung turun. Ia diduga terjangkit penyakit Ebola, mengingat gejala ia sakit mirip dengan gejala penyakit Ebola.
Terlebih lagi, ia baru pulang dari Liberia, salah satu negara endemik Ebola. Namun, sampai saat ini dinas kesehatan masih melakukan uji laboratorium sakitnya.
Gejala penyakit ini menyerupai flu dengan rasa sakit baik dari dalam dan luar organ tubuh. Penyakit ini diketahui dengan gejala demam yang disertai dengan pendarahan yang bisa memicu gagal ginjal dan hati dengan tingkat kematian hingga 90 persen. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
6 Virus Paling Mematikan di Dunia, Mulai dari Ebola hingga Hantavirus
-
5 Virus Mematikan di Dunia yang Perlu Kamu Tahu, Salah Satunya Marburg!
-
5 Fakta Penting Virus Marburg yang Harus Kamu Tahu
-
Wabah Ebola: Uganda Mulai Distribusikan Bantuan ke Daerah Terdampak
-
Terus Meluas, Wabah Ebola di Uganda Telah Tewaskan 24 Orang
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Tok! Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Lanjut ke Pokok Perkara
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31