Hari ini, 57 tahun yang lalu, Anthony John Abbott lahir di London, Inggris. Lelaki yang lebih populer dengan nama Tony Abbott ini adalah Perdana Menteri Australia yang masih menjabat hingga saat ini.
Nama Abbott tentu tak terlalu asing di telinga kita. Tanggal 20 Oktober 2014 lalu, Tony Abbott jadi satu dari delapan kepala negara dunia yang datang menghadiri pelantikan Presiden baru Indonesia, Joko Widodo, di Gedung DPR/MPR.
Namun, sebelum itu rakyat Indonesia sudah berulang kali mendengar nama si perdana menteri dari negeri tetangga.
Di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lelaki yang menduduki kursi Perdana Menteri sejak tahun 2013 itu sempat memicu ketegangan dengan Indonesia. Apalagi jika bukan kebijakannya terkait imigran gelap asal Asia yang masuk lewat perairan Indonesia. Ketika itu, kapal-kapal Angkatan Laut Australia melenggang dengan leluasa ke dalam zona laut Indonesia untuk menghalau perahu-perahu imigran yang ingin mencari penghidupan baru di Benua Kangguru.
Sebelumnya, Indonesia juga dibuat geram oleh aksi penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia pada tahun 2009. Tak hanya Presiden SBY dan sejumlah menteri di kabinetnya, ibu negara kala itu, Ani Yudhoyono, juga jadi korban penyadapan. Abbott, yang saat penyadapan terjadi belum menjabat sebagai perdana menteri, jadi kena imbasnya. Hubungan kerja sama Indonesia dan Australia sempat merenggang, termasuk dihentikannya kerja sama kedua negara dalam bidang pertahanan.
Belum lama ini, giliran telinga SBY yang dibuat memerah. Namanya, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, dan sejumlah kepala pemerintahan di Asia ada dalam dokumen Wikileaks yang mengungkap perintah pencegahan penyebarluasan pemberitaan proses pengadilan kasus korupsi pencetakan uang kertas yang melibatkan Securency International dan Note Printing Australia. Pemerintahan Abbott pun akhirnya menyatakan bahwa SBY dan Mega sama sekali tidak terlibat dalam kasus yang dimaksud.
Ternyata tak hanya dengan Indonesia. Abbott pun secara personal pernah terlibat perang urat syaraf dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Oleh dunia internasional, rudal Rusia yang dipakai pemberontak Ukraina pro-Rusia dituding jadi dalang jatuhnya pesawat yang membawa 298 penumpang dan kru itu. Pada suatu ketika, Abbott sempat mengaku hendak menghadapi Putin langsung untuk meminta pertanggungjawaban atas tewasnya 14 warga Australia di pesawat tersebut.
Sebelum menjadi Perdana Menteri, Abbott pernah menduduki berbagai jabatan penting di pemerintahan Australia. Di era pemerintahan PM John Howard tahun 1998, Abbott pernah masuk kabinet sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Usaha Kecil. Pernah pula Abbott menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 2003.
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar