- Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat membersihkan longsor di TPST Bantargebang Zona 4A, ditargetkan normal dalam sepekan.
- DLH memperbaiki turap kali di dua titik strategis sambil terus merapikan zona timbunan sampah untuk mitigasi risiko.
- Layanan sampah tetap berjalan melalui tiga zona aktif, sementara sebagian beban dialihkan ke RDF Plant Rorotan.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani dampak longsor yang melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang guna memastikan layanan kebersihan tetap terjaga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menginstruksikan tim lapangan untuk mengakselerasi pembersihan material longsor serta menata kembali area terdampak di Zona 4A.
“Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini, tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian,” ujar Asep, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Petugas kini tengah memindahkan material longsoran dari aliran sungai menuju area penimbunan di Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar agar aliran air tidak meluap ke badan jalan.
Selain menyingkirkan gundukan sampah, DLH DKI Jakarta juga melakukan perbaikan turap kali di dua titik strategis demi memperkokoh infrastruktur di sekitar area TPST.
Upaya pemeliharaan dan perapihan zona timbunan sampah terus digencarkan secara intensif di Zona 3 Kepala Burung serta Zona 4 Besar untuk meminimalkan risiko longsor susulan.
Meskipun proses pemulihan sedang berlangsung, pelayanan pembuangan sampah Jakarta dipastikan tetap berjalan melalui tiga zona aktif, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5.
Ketiga zona aktif tersebut saat ini memiliki kapasitas daya tampung sekitar 4.000 ton sampah per hari guna menjaga stabilitas pengolahan limbah ibu kota.
Apabila pengerjaan Zona 4 Besar rampung sepenuhnya, fasilitas tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas layanan mencapai 1.500 ton sampah per hari.
Baca Juga: Bisa Kurangi 90 Persen Sampah ke Bantargebang, Anggota DPRD Tawarkan Skema Pengangkutan Terjadwal
Sebagai langkah mitigasi, Pemprov DKI Jakarta juga mengalihkan sebagian beban sampah ke RDF Plant Bantargebang, PLTSa Merah Putih, hingga RDF Plant Rorotan.
“Hari ini, RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari. Kapasitas ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian ditingkatkan kembali hingga 1.000 ton per hari,” jelas Asep.
Melalui skema pengalihan tersebut, total volume sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mampu menembus angka 6.700 hingga 7.150 ton per hari.
Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan layanan publik sekaligus mempercepat pemulihan operasional di lokasi bencana.
Berita Terkait
-
Bisa Kurangi 90 Persen Sampah ke Bantargebang, Anggota DPRD Tawarkan Skema Pengangkutan Terjadwal
-
Angka Kekerasan di Jakarta Tembus 35 Ribu Kasus, Pemprov DKI Diminta Segera Cari Solusi
-
Mengurai Benang Kusut Sampah Jakarta di Tengah Duka Bantargebang
-
Anggaran Triliunan Tapi Kalah dari Banyumas, Anggota DPRD Kritik Tata Kelola Sampah Jakarta
-
Evakuasi Korban Longsor Sampah Bantargebang, Lima Tewas Empat Masih Hilang
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia