Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi memperkirakan jumlah harta kekayaannya saat ini mencapai dua puluh miliar rupiah. Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sementara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu(5/11/2014). Yuddy mengungkapkan, harta tersebut dikumpulkannya dari berbagai aktifitas yang ditekuninya selama ini, mulai dari gaji sebagai anggota DPR, dosen, dan juga sebagai konsultan.
"Saya belum menghitung secara total, tetapi penghitungan sementara, ya kira-kiralah, 20 Miliar. Ya naik, tapi biarlah KPK yang melihatnya, karena dalam lima tahun itu ada kegiatan usaha, jasa konsultan, mengajar," kata Yuddy di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014).
Dia juga mengatakan bahwa akan selalu siap jika dipanggil KPK terkait harta yang dilaporkannya tersebut. Namun, dia yakin harta yang diperolehnya tersebut didapat secara bersih karena dirinya tidak pernah menduduki jabatan yang mengarahkannya pada penyalahgunaan wewenang.
"Nanti KPK akan mengklarifikasi semuanya, dan saya siap dipanggil, kapan pun, tapi karena lima tahun terakhir saya bukan pejabat negara, jadi tidak memiliki konsekuensi penyalahgunaan wewenang," jelas politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut.
Yuddy datang ke KPK disambut oleh Ketua KPK, Abraham Samad dan sejumlah pimpinan lainnya seperti Adnan Pandu Praja dan beberapa Deputi.
Berita Terkait
-
CPNS 2026 Kapan? Menpan-RB Beri Bocoran Terbaru Seleksi ASN Nasional
-
Sinyal CPNS 2026 Kembali Dibuka, Formasi Ini Diprediksi Butuh Banyak Pelamar ASN
-
Eks MenpanRB Bongkar Praktik Titipan CPNS Masa Lalu: Banyak, Kebanyakan dari Kalangan Kepala Daerah
-
Isu Ijazah Jokowi Mengemuka, Yuddy Chrisnandi: SE 2015 Tidak Pernah Diterbitkan untuk Itu
-
Menpan RB Siap Patuhi Putusan MK: Polisi Aktif Wajib Mundur dari Jabatan Sipil, Tak Ada Celah Lagi
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!