- KemenPANRB secara resmi menyatakan patuh dan akan segera melaksanakan putusan final MK yang mewajibkan polisi aktif untuk mundur atau pensiun jika ingin mengisi jabatan sipil
- MK menghapus frasa ambigu dalam UU Polri yang selama ini menjadi dasar hukum bagi anggota Polri aktif untuk menduduki jabatan di luar institusinya, mengakhiri dualisme peran
- Putusan ini dinilai memberikan kepastian hukum dan melindungi jenjang karier para ASN, yang sebelumnya berpotensi terganggu oleh penempatan anggota Polri aktif di pos-pos sipil
Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengambil sikap tegas terkait polemik rangkap jabatan aparat kepolisian.
Menteri PANRB, Rini Widyantini, memastikan pihaknya akan tunduk dan menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang polisi aktif menduduki jabatan sipil.
Putusan dengan Nomor 114/PUU-XXIII/2025 ini secara final mengakhiri celah hukum yang selama ini memungkinkan anggota Polri aktif bertugas di luar institusinya tanpa harus melepaskan status kedinasan.
Menanggapi putusan bersejarah ini, Rini Widyantini menyatakan bahwa keputusan MK bersifat final dan mengikat, sehingga wajib untuk dihormati dan dilaksanakan tanpa penundaan.
"Kita harus menghormati putusan MK, karena putusan MK itu adalah suatu keputusan yang selesai, langsung mengikat, sudah langsung final," tegas Rini Widyantini di Kantor KemenPANRB, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Dengan adanya putusan ini, setiap anggota Polri yang berkeinginan meniti karier di jabatan sipil dihadapkan pada dua pilihan tegas: mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian. KemenPANRB, menurut Rini, akan segera berkoordinasi dengan Polri untuk memastikan aturan baru ini berjalan efektif.
"Kami mengikuti putusan MK saja, kalau memang mereka itu harus mengundurkan diri, ya harus mengundurkan diri atau pensiun," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Sebelumnya, MK secara resmi menghapus frasa ambigu dalam Penjelasan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. Frasa inilah yang selama ini menjadi pintu bagi polisi aktif untuk mengisi pos-pos jabatan sipil.
“Menyatakan frasa ‘atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri’ dalam Penjelasan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” kata Ketua MK Suhartoyo saat membacakan amar putusan.
Baca Juga: KPK Tegaskan Status Setyo Budiyanto: Sudah Purnawirawan, Aman dari Putusan MK
Dalam pertimbangannya, Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur menjelaskan bahwa aturan lama telah menimbulkan ketidakpastian hukum yang merugikan dua pihak.
Di satu sisi, aturan tersebut tidak jelas bagi anggota Polri yang ingin berkarier di luar institusi. Di sisi lain, hal ini juga menciptakan ketidakpastian bagi karier Aparatur Sipil Negara (ASN) yang jalurnya berpotensi terhambat.
“Perumusan yang demikian berakibat menimbulkan ketidakpastian hukum dalam pengisian bagi anggota Polri yang dapat menduduki jabatan di luar kepolisian dan sekaligus menimbulkan ketidakpastian hukum bagi karier ASN yang berada di luar institusi kepolisian,” ucap Ridwan.
Putusan ini merupakan hasil dari gugatan yang diajukan oleh advokat Syamsul Jahidin dan mahasiswa Christian Adrianus Sihite, yang dikabulkan seluruhnya oleh MK.
Berita Terkait
-
KPK Tegaskan Status Setyo Budiyanto: Sudah Purnawirawan, Aman dari Putusan MK
-
MK Larang Polisi Aktif di Jabatan Sipil, Bagaimana Ketua KPK? Ini Penjelasan KPK!
-
Celoteh Akademisi Soal MK: Penugasan Polisi Aktif ke Luar Instansi Dibolehkan, Kok Bisa?
-
PBHI: Anggota Polri Masih Bisa Duduk di Jabatan Sipil, Asal...
-
Guru Besar UEU Kupas Tuntas Putusan MK 114/2025: Tidak Ada Larangan Polisi Menjabat di Luar Polri
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini