News / Nasional
Selasa, 11 November 2014 | 14:26 WIB
Presiden Joko Widodo berfoto bersama dengan pemimpin negara anggota APEC di Beijing, Cina.

Suara.com - Politisi Partai Gerindra Desmon Mahesa mengkritisi pidato Presiden Joko Widodo dalam Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian Pasific Economy Coorporation (APEC) di Beijing, Cina.

Menurutnya, dalam pidato itu, Presiden Jokowi bertindak layaknya seorang pedagang yang sedang menawarkan barang dagangannya.

"Ini kan bukan seperti decision maker, kaya penjaja, penjual. Agak susah kita berkomentar," kata Desmon di DPR, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Dengan pidato model seperti ini, menurut Desmon, posisi Jokowi malah lebih mirip Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal ketimbang Presiden Indonesia.

"Pidatonya bicara investasi, ini kapasitasnya sebagai presiden atau kepala BKPM. Ini seolah-olah merangkap segalanya," tuturnya.

Menurutnya, ajang seperti APEC itu harusnya dilihat asas manfaatnya untuk Indonesia. Karenanya, pidato Presiden Jokowi itu dinanti hasilnya.

"Apa pun pertemuan internasional, kita lihat efeknya, dampaknya apa bagi bangsa ini. Kalau tidak bermanfaat tidak perlu hadir, bukan untuk gagahan bisa bahasa Inggris kaya SBY," tutur dia.

Load More