Suara.com - Pemerintah Daerah DKI Jakarta berencana memberlakukan larangan sepeda motor melintas di sepanjang jalan bundaran Hotel Indonesia sampai dengan Jalan Merdeka Barat.
Namun, tidak serta merta langsung menilang atau menindak pengendara motor. Pemerintah akan bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk melakukan persiapan dengan beberapa tahapan.
Pada awal bulan November 2014 akan diisi dengan persiapan aturan verbal perambuan serta sosialisasi. Selain itu akan dilakukan penyusunan dan Penetapan Peraturan Gubernur tentang Pembatasan sepeda motor di Medan Merdeka Barat.
"Serta sosialisasi kepada masyarakat pengguna jalan dan gedung-gedung sekitar Jalan Medan Merdeka Barat. Perencanan dan pemasangan prasarana pendukung seperti rambu, petunjuk, perintah, larangan," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyrakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2014),
Selanjutnya, pada minggu kedua bulan Desember 2014 sampai dengan bulan Januari 2015 akan dilaksanakan uji cobanya.
"Rencana pembatasan akan dilakukan selama 24 jam untuk semua jenis kendaraan roda dua," imbuhnya.
Sebelumnya, Pemda Jakarta berencana memberlakukan larangan sepeda motor melintas di sepanjang jalan bundaran Hotel Indonesia sampai dengan Jalan Merdeka Barat.
Alasannya untuk menciptakan keamanan dan keselamatan berkendara serta untuk mempersiapkan pelaksanaan ERP (Electronic Road Pricing).
"Selain itu untuk menekan tingginya pertumbuhan sepeda motor di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pasalnya dalam lima tahun terakhir pertumbuhna sepeda motor hampir 200 persen," kata Kepala Bidang Hubungan Masyrakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2014).
Kebijakan baru ini diharapkan dapat menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor di DKI Jakarta.
"Berdasarkan data, sebanyak 62 persen kejadian kecelakaan melibatkan sepeda motor," tandasnya.
Berita Terkait
-
Stray Kids Umumkan Album Baru THIS & THAT pada Agustus 2026 dan World Tour
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
3 Kategori Usaha yang Tidak Didata di Sensus Ekonomi 2026, Apa Saja?
-
Cedera Raphinha Jadi Alarm Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Siap Comeback Lawan Skotlandia
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Makin Memanas Jelang Muktamar Ke-35! Cak Imin Minta Oknum yang 'Main-main' di NU Segera Didepak