Suara.com - Pengamat politik Boni Hargens menilai posisi Partai Golkar sangat penting dalam menata demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, kata Boni, ia menyarankan Aburizal Bakrie untuk mengurungkan niat maju lagi menjadi ketua umum dan memberi kesempatan tokoh muda tampil memimpin partai berlambang pohon beringin.
"Golkar ikut mempengaruhi secara signifikan kondisi demokrasi bangsa ini. Kalau Golkar rusak, rusak juga demokrasi kita. Sebaliknya, kalau Golkar baik, baik pula demokrasi kita," kata Boni, Senin (17/11/2014).
Menurut Boni, dalam sepuluh tahun terakhir, Golkar tidak memiliki prestasi yang luar biasa. Sebaliknya, partai tersebut terus mengalami kemerosotan.
"Hal tersebut dapat disaksikan dalam Pileg 2014 lalu yang mencampakan Golkar keurutan kedua dan prosentasenya sangat jauh dengan PDIP yang menempati urutan pertama," katanya.
Boni mengatakan diskusi tentang Partai Golkar selalu penting karena partai ini masih menjadi pilar penting politik kepartaian di Tanah Air.
Meski bukan pemenang pemilu 2014, kata Boni, Golkar setidaknya berpengaruh di Parlemen.
"Dalam konteks ini, saya kira penting peran Golkar selalu kita bahas," tambahnya.
Di bawah kepemimpinan Aburizal, Partai Golkar dinilai mengalami kemunduran prestasi yang sangat drastis, mulai dari merosotnya perolehan suara yang mengakibatkan mereka tidak bisa mengajukan sendiri paket calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2014.
Setelah kegagalan pertama tersebut, menyusul pula berbagai macam kasus lain, seperti tenarnya aksi pemecatan karena adanya pemecahan dalam kubu internal Golkar. Hal itu diakibatkan adanya perbedaan dukungan terhadap mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla yang kini menjadi Wakil Presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Wamenko Otto Hasibuan Sebut Korporasi Kini Jadi Subjek Hukum Pidana, Dunia Usaha Wajib Adaptasi
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon
-
Jawaban Menpar Widiyanti Usai Diberi Nilai 50 Oleh Anggota DPR: Subjektif, Cuma Satu Orang
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo