Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama belum berani menegaskan latar belakang wakil gubernur yang akan mendampinginya nanti dari partai politik atau profesional murni. Ia masih menunggu respon dari Kementerian Dalam Negeri.
"Kita tunggu saja, kalau dari PP (Mendagri) mengatakan harus dari parpol saya enggak tahu," kata Basuki yang biasa disapa Ahok di Ciputra Artpreneur Theater, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2014).
Sebelumnya, Ahok mengatakan menolak wakilnya berasal dari kalangan politisi karena ia khawatir nanti hanya akan mementingkan urusan partai ketimbang masyarakat Jakarta.
Agaknya, sikap Ahok sekarang mulai lentur. Ia mengatakan tidak masalah memiliki wakil dari kalangan partai politik, asalkan taat pada konstitusi.
"Saya bilang kalau pun orang politik juga enggak apa-apa. Karena saya juga orang politik, loh. Tapi bersedia gak anda taat pada konstitusi dari pada konstituen?" kata Ahok.
"Kalau anda lebih taat pada konstituen saya bilang rusak nih negara. Jadi saya berpikir kalau mau mendampingi saya kamu yakin saja bahwa masih ada lebih dari setengah rakyat yang milih kamu lebih waras melihat hasil kerja kamu bukan fanatik pilih partai, pilih ideologi," Ahok menambahkan.
Ahok menegaskan pejabat publik tidak perlu takut kehilangan kursi, asalkan teguh memegang mandat.
"Saya buktikan saya bisa, saya enggak pernah takut kehilangan kursi. Saya juga enggak pernah takut kehilangan dukungan dari DPRD. Bagi saya, saya taat konstitusi. Kalau anda tidak suka saya, mau jatuhkan saya, jatuhkan saja. Enggak apa-apa," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Disambut Riuh Mahasiswa, Wapres Gibran Buka Pintu Setwapres untuk Pendemo
-
Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG
-
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran dengan BGN, Ada Apa?
-
Dana Pendidikan Dikuras Buat MBG, Pemerintah Terancam Gugatan Ganti Rugi Triliunan!
-
Guru Keluhkan MBG Ganggu KBM, Pembagian Makanan hingga Ompreng Sita Waktu Belajar
-
Bukan Gerakan Makar, Aliansi Cipayung: Cara Aparat Memperlakukan Kami Seolah Kami Melakukan Kudeta
-
Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?
-
Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia