Suara.com - Organisasi Polisi Pidana Internasional (Interpol) memburu sembilan orang akibat kejahatan merusak lingkungan hidup, seperti penyelundupan satwa liar, penangkapan ikan ilegal, pembalakan liar dan perdagangan gading.
"Interpol akan memburu sembilan penjahat ini di seluruh dunia," kata Ioannis Kokkinis, Perwira Intelijen Pidana Interpeol, di dalam satu pernyataan, Minggu (23/11/2014),
Di antara sembilan orang tersebut, pencarian Ahmed Kamran, merupakan yang terdepan. Kamran, merupakan lakon penjualan ratusan satwa ilegal hidup, termasuk penyelundupan jerapah dan kijang Afrika dengan menggunakan pesawat militer, dari Bandara Internasional Kilimanjaro (KIA) Tanzania ke Qatar 2010 lalu.
"Sedikitnya 136 hewan hidup dimasukkan ke dalam satu pesawat militer Qatar di KIA. Misi itu bisa berhasil berkat bantuan beberapa pejabat di KIA.
"Militer diduga turut membantunya," kata interpol.
Kamran, ungkap Interpol, sejatinya pernah tertangkap. Tapi, berkat uang jaminan, dia berhasil keluar bui, dan kini menghilang entah ke mana.
Untuk diketahui, aksi perdagangan hewan liar, tak hanya merusak ekosistem lingkungan. Kegiatan itu juga amat merugikan karena pelakunya mampu meraih keuntungan sekitar 200 miliar dolar Amerika saban tahun. (Xinhua/ Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan
-
Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah
-
Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN
-
Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK
-
'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus
-
Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok
-
Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji
-
KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?