Suara.com - Ketika diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2014) lalu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa semua kepala daerah rela untuk dihukum mati, jika terbukti melakukan korupsi.
Pernyataan tersebut merupakan respon dari permintaan Presiden agar kepala daerah jangan sampai tersangkut kasus hukum, khususnya korupsi.
Menanggapi pernyataan Yasin Limpo, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan itu semangat yang bagus.
"Boleh, oke aja bagus ko itu (membuktikan kalau tidak korupsi)," ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/11/2014).
Ahok mengatakan memang tidak ada aturan khusus yang menyebutkan kalau ada gubernur korup, maka harus dihukum mati.
"Ya kan peraturannya tidak ada, kan tergantung hakim mutusinnya (mau dihukum berapa tahun atau hukum mati)," kata Ahok.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mempertanyakan pernyataan Syahrul.
"Pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan benar-benar amanat dari para gubernur yang lain atau tidak? satu, yang kedua pernyataan itu tidak jernih, karena dia tidak menyebutkan secara pasti aparat penegak hukum yang mana," ucap Busyro.
Pernyataan Syahrul -- Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia -- disampaikan saat diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Bogor, Jawa Barat, pada Senin (24/11/2014).
"Sekali lagi, masalah korupsi, penjarakan kami, hukum mati sekalipun kalau kami lakukan. Tapi kalau tidak, diskresi seorang kan adalah bagian dari kewenangan," kata Syahrul.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Kemungkinan Periksa Jokowi dalam Kasus Kuota Haji, KPK: Tergantung Kebutuhan Penyidik
-
Skandal Kuota Haji Rp1 T: Dito Beberkan Obrolan Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS
-
Eks Menpora Dito Ariotedjo Mengaku Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertuanya Digeledah KPK
-
Eks Menpora Dito Akui Sempat Ditanya Penyidik KPK soal Mertua Sekaligus Bos Maktour
-
Eks Menpora Dito Ungkap Alasan Gus Yaqut Tak Ikut Jokowi ke Arab Saudi Saat Bahas Kuota Haji
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
KPK Cecar Eks Menpora Dito: Asal Usul Kuota Haji Tambahan Dipertanyakan
-
Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Gebuk 'Oligarki Serakahnomic'
-
Soal Kemungkinan Periksa Jokowi dalam Kasus Kuota Haji, KPK: Tergantung Kebutuhan Penyidik
-
Bareskrim Bongkar Borok Dana Syariah Indonesia: Proyek Fiktif Jerat 15.000 Investor
-
Pengamat Soal Kasus Nadiem: Narasi Sakit dan Laporan Balik Bisa Jadi Strategi Corruptor Fights Back
-
Tinjau Lokasi Terdampak Bencana, Kasatgas Tito Makan Bareng Pengungsi di Dusun Seulemak
-
Skandal Kuota Haji Rp1 T: Dito Beberkan Obrolan Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS
-
Kasatgas Tito Lepas Taruna Akpol, Akmil, Unhan Bantu Percepatan Penanganan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Sudin Pertamanan Jakpus: Pohon Tumbang Matraman Ada di Area SPBU, Korban Tidak Luka Serius
-
Jelang Malam, 125 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Tergenang Banjir Jakarta