Suara.com - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro menilai permintaan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdjiatno kepada Polri agar tidak memberikan izin pelaksanaan Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Bali pada 30 November 2014 merupakan bentuk politisasi tingkat tinggi.
"Ini politisasi tingkat tinggi," kata Siti di Jakarta, Kamis (27/11/2014).
Siti menilai tingkat politisasi terhadap Partai Golkar lebih tinggi dibandingkan yang dilakukan terhadap kasus PPP. Dalam kasus PPP, Menteri Hukum dan HAM Yasona H Laoly turun tangan dengan menerbitkan surat keputusan terhadap hasil muktamar kubu Romahurmuziy di Surabaya, Jawa Timur.
Seperti diketahui Menteri Tedjo meminta aparat Polri tidak memberikan izin pelaksanaan Munas IX Partai Golkar di Bali karena pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan mempertaruhkan nama baik Indonesia jika terjadi kekacauan dalam penyelenggaraan acara tersebut seperti yang telah terjadi pada rapat pleno di DPP Partai Golkar, Selasa (25/11/2014), lalu. Dalam rapat pleno waktu itu, terjadi bentrok fisik antara pendukung Aburizal dan Agung Laksono.
Siti menambahkan pernyataan Menteri Tedjo bisa menjadi indikator kemunduran demokrasi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa setelah reformasi 1998, partai politik sudah terpisah dari binaan Menteri Dalam Negeri. Hal yang sudah baik, kata Siti, jangan sampai dirusak kembali dengan cara mendikte partai politik.
"Itu seharusnya jangan menarik jarum jam ke belakang. Jadi setelah 98 mulai terjadi rekonstruksi Mendagri tidak jadi pembinaan politik. Itu semua parpol sendiri," katanya.
Dalam membantu menyelesaikan konflik Golkar, kata Siti, sebaiknya pemerintah berkomunikasi secara baik.
"Kan mestinya bisa ada komunikasi yang lebih elok, elegan kita selesaikan secara adat. Ada karakter bahwa bangsa indonesia punya karakter sejuk, sebelum mengeluarkan statement sejuk," tuturnya.
Siti menyarankan kepada Menteri Tedjo agar berkonsultasi dulu dengan Presiden Jokowi sebelum mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memunculkan kegaduhan.
"Kasihan Pak Jokowi. Pak Jokowi kan cool jadi harus diikuti oleh menteri lain," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Adies Kadir Mundur dari DPR Usai Dipilih Jadi Hakim MK, Posisinya Berpeluang Diganti Anaknya Adela
-
Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK
-
Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid
-
Sari Yuliati Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya