Suara.com - Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan Partai Golkar tidak mengundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri acara Munas IX Partai Golkar yang akan mulai diselenggarakan hari ini di Nusa Dua, Bali.
"Ini kan, (acara partai) Golkar dan ini internal partai," ucap Idrus ketika dihubungi suara.com, Minggu (30/11/2014).
Namun demikian, menurut Idrus, partai berlambang beringin itu mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang pernah menjadi ketua umum partai periode 2004-2009.
"Pak JK (Jusuf Kalla) diundang sebagai mantan ketua umum (Partai Golkar)," kata Idrus.
Idrus menambahkan Munas yang akan berlangsung hingga Rabu (3/12/2014) ini juga akan dihadiri oleh petinggi partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP).
"Hampir semua ketua umum KMP (diundang)," ujar Idrus sambil menambahkan sejauh ini persiapan pelaksanaan Munas Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung Minggu 30 November hingga Rabu 3 Desember 2014, sudah siap semua.
"Sudah dari dua hari yang lalu (saya di Bali) saya sedang rapat ini. Sudah siap semua (persiapan Munas)," Idrus menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman
-
Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK