Suara.com - Sedikitnya tujuh oknum personel Kepolisian Resor Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menjalani pembinaan di Polda Kalimantan Tengah.
"Ketujuh oknum polisi itu di ketahui positif mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan urine yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Sekarang mereka menjalani pembinaan di Polda Kalteng," kata Kapolres Kotim AKBP Himawan Bayu Aji kepada wartawan di Sampit, Minggu.
Mereka sekarang sedang menanti hukuman yang akan dijatuhkan, bisa sanksi kurungan di propam atau hingga ancaman terberat berupa pemecatan tidak dengan hormat (PTDH).
Pemberantasan peredaran narkoba terus dilakukan termasuk di lingkungan anggota kepolisian sendiri.
Pemeriksaan urine tersebut sebagai upaya pencegahan dini pada internal Polres Kotim, agar anggota tidak terlibat dalam kasus narkoba. Dalam keseharian, anggota selalu berurusan dengan pengungkapan pidana kriminal terutama narkoba, jangan sampai terjerat dan lupa akan tugasnya memberantas peredaran narkotika.
"Tes urine yang kami lakukan ini juga dimaksudkan sebagai upaya bersih internal, agar pelayanan masyarakat bisa dilakukan secara maksimal. Selain itu, Polisi sebagai pengayom dan panutan masyarakat, bisa memberikan contoh yang baik tentang bahaya dan dampak dari pengguna narkoba," katanya.
Selain di internal Polres Kabupaten Kotim, dalam waktu dekat kepolisian juga akan bekerja sama dengan instansi pemerintahan untuk melakukan tes urine kepada jajaran pegawai negeri sipil (PNS) setempat.
Polres juga terus berupa memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum. Perlu adanya peran serta dari masyarakat, seperti segera melapor ke polisi jika mengetahui ada transaksi peredaran narkoba di lingkungannya.
Beberapa lokasi yang rawan terjadinya peredaran narkoba seperti di barak atau rumah kost yang tersebar di wilayah Kabupaten Kotim.
Pemilik barak diminta mendata dan mengawasi secara detail warga yang ingin menyewa baraknya tersebut.
"Pendataan itu penting, terutama untuk meminimalisir gerak pelaku kejahatan di Kabupaten Kotim seperti pengedar narkoba. Apalagi, dari sekian tersangka kasus narkoba yang ditangkap, sebagian besar bermukim dan tinggal di barak atau kost," ungkapnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan
-
Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya
-
Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian
-
Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?
-
Jelang Reshuffle, PKB Serahkan Sepenuhnya Pilihan Menteri kepada Prabowo
-
Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat
-
20 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya