Suara.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM di Papua, Frits Ramandey, menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak membangun komunikasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah itu. Hal tersebut terutama setelah kelompok itu menewaskan dua anggota Brimob pada Rabu (3/12/2014) lalu.
"Saya berulang kali mengemukakan bahwa orang daerah di Pemkab Puncak punya link ke kelompok itu. Ini sebaiknya bisa dijadikan jalan untuk dialog, mengajak mereka untuk tidak melakukan kekerasan di wilayah itu," kata Frits Ramandey di Kota Jayapura, Sabtu (6/12).
Pernyataan ini disampaikan Frits menyusul telah terjadi tindak kekerasan penembakan disertai pemotongan tubuh dua anggota Brimob. Diketahui, kedua personel Brimob saat itu sedang membantu mengangkat kursi untuk perayaan Natal daerah setempat.
"Saya pikir, pemerintah daerah-lah yang paling bertanggung jawab soal peristiwa itu. Dan saya sekali lagi berkeyakinan bahwa ada orang pemerintah daerah yang punya link untuk berkomunikasi dengan KKB," lanjut Frits.
Soal adanya denda adat berupa uang senilai Rp4 miliar kepada pelaku KKB dan yang ikut membantu melakukan kekerasan (membunuh) di wilayah itu, sebagaimana disampaikan oleh Bupati Puncak, Willem Wandik, Jumat (5/12) siang, Frits menilai solusinya tak bisa sesederhana itu. Dia berpendapat bahwa yang menjadi persoalannya adalah kelompok itu selalu berpindah tempat atau bergerilya dalam melakukan aksinya.
"Problemnya, mereka (KKB) itu tidak di satu wilayah. Mereka tidak hanya di Puncak. Dalam waktu tertentu, mereka ada di tempat lain, seperti di Mulia, Lanny Jaya, atau di Jayawijaya dan lainnya. Jadi mereka sudah bergerilya ke mana-mana," tuturnya.
"Nah, di sini masyarakat setempat juga harus proaktif membantu pemerintah, bukan malah membela kelompok tersebut. Jika itu terjadi, kan sangat disayangkan. Apalagi sudah ada perjanjian atau 'kesepakatan abadi' (bahwa) tidak ada lagi kekerasan," katanya.
Diketahui, pada Rabu (3/12) pagi, dua anggota Brimob Papua yaitu Aipda Thompson dan Bripda Everson, dilaporkan ditembak mati, lalu dipotong bagian tubuhnya oleh kelompok bersenjata Lhekaka Telenggen dan Tengahmati Telenggen. Kedua Brimob itu disergap, diserang dan ditembak, ketika tengah membantu mengangkat kursi untuk perayaan Natal daerah setempat. [Antara]
Berita Terkait
-
Airlangga Yakin Lahan Papua Lebih Bagus untuk Food Estate Ketimbang Australia
-
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
-
Cuaca Buruk Sebabkan Perahu Terbalik di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Dievakuasi
-
Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu
-
Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi