Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar versi Munas IX Jakarta, Agung Laksono, menyatakan sudah menyiapkan 100 pengacara untuk menghadapi kemungkinan gugatan yang diajukan kubu Aburizal Bakrie di pengadilan.
"Jadi kami sekarang akan segera ke Kementerian Hukum dan HAM yang dipimpin Priyo Budi Santoso dan Laurens Siburian. Kami sudah minta tim pengacara, ada 100 orang, di dalamnya ada bantuan Todung Mulya Lubis dan Adnan Buyung Nasution," kata Agung di Jakarta, Senin (8/12/2014).
Kubu Agung menyatakan siap melaporkan seluruh proses yang terjadi dalam Munas IX Jakarta kepada Kemenkumham hari ini. Selain itu, Agung mengatakan siap menghadapi jalur hukum apabila terjadi sengketa terkait kepengurusan Partai Golkar.
"Kami sudah menyusun tim pengacara yang terdiri atas kader-kader Golkar agar dapat memenuhi prosedur yang dibutuhkan," ujarnya.
Dia meyakini kepengurusannya yang akan dilegalkan oleh pemerintah karena proses pelaksanaan Munas IX Jakarta berlangsung demokratis. Pelaksanaan Munas itu, menurut dia, tidak terkait dengan kepentingan suatu kelompok atau bisnis tertentu.
"Saya harus yakin punya saya yang dilegalkan, kan ini bukan semata-mata munas tapi menunjukkan praktek demokrasi internal yang baik dan DPP Partai Golkar yang bekerja dengan baik," katanya.
Namun, Agung menegaskan apabila keputusan Kemenkumham sesuai mekanisme hukum yang berlaku dan sesuai ketentuan, maka pihaknya siap menghormati keputusan tersebut.
Selain itu, menurut Agung, apabila kubunya yang menang maka ia siap merangkul seluruh kader, namun harus kooperatif dan memiliki semangat yang sama.
"Kalau kubu Agung Laksono menang, kami akan merangkul seluruh kader kami sepanjang kooperatif dan memiliki semangat yang sama toh untuk kepentingan bangsa," katanya.
Agung mengklaim pelaksanaan Munas IX Jakarta jauh lebih demokratis dibandingkan Munas IX Bali. Hal itu, menurut dia, ditunjukkan dengan pemilihan Ketua Umum yang berlangsung secara terbuka pada Minggu (7/12/2014) malam.
"Munas ini jauh lebih ramai dari Munas Bali karena di sini tidak ada yang ditutupi dan tidak ada agenda tersembunyi," katanya.
Dia menegaskan dengan semangat keterbukaan itu, Golkar telah menunjukkan pada publik bahwa partai tersebut mampu menjalankan praktek demokrasi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film
-
Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim
-
Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur
-
Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh
-
Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar
-
Makna dan Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Siapa Penggagasnya?
-
Kepala Lapas Gobah Pekanbaru Dicopot Imbas Napi Kasus Narkoba Kabur
-
Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar
-
Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun
-
7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan