Suara.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Salestinus menyarankan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly untuk membentuk tim penyidik independen dalam menyelesaikan sengketa di internal Partai Golkar.
"Kami mengusulkan kepada Menteri Hukum dan HAM untuk membentuk tim penyidik independen untuk mencari fakta-fakta dan demi netralitas dan untuk menghilangkan dugaan keberpihakan," kata Petrus di gedung Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2014).
Seperti diketahui, saat ini Golkar terbelah. Kelompok Aburizal Bakrie terlebih dahulu menyelenggarakan Munas di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, akhir 30 November sampai 4 Desember 2014 dan hasilnya Aburizal terpilih menjadi ketua umum periode 2014-2019. Setelah itu, Agung Laksono membuat Munas tandingan di Ballroom Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, mulai Sabtu (6/12/2014) malam dan berakhir pada Senin (8/12/2014) dini hari tadi, dengan hasil Agung menjadi ketuanya.
Kubu Aburizal telah mendaftarkan kepengurusan partai hasil Munas IX ke Kemenkumham pagi tadi. Rencananya, kubu Agung juga akan mendaftar hari ini.
Petrus menyarankan kepada Menteri Yasona agar jangan terlalu cepat intervensi masalah Golkar. Sebaiknya, kata Petrus, Kemenkumham menyerahkan dulu penanganan sengketa tersebut ke Mahkamah Partai Golkar. Hal itu seperti yang tertera dalam ketentuan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai politik.
"Masalah dua kubu sebaiknya diselesaikan melalui mahkamah partai politik," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN