Suara.com - Politisi senior Partai Golkar Anton Lesiangi mengatakan tidak mungkin Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengesahkan kepengurusan Partai Golkar periode 2014-2019 selama dua kelompok yang berseteru belum mau berdamai.
"Jadi, dia (Kemenkumham) minta supaya dua (kelompok) ini berdamai dulu," kata Anton kepada suara.com, Selasa (9/12/2014).
Seperti diketahui, kelompok Aburizal mempercepat penyelenggaraan Munas tahun ini. Kelompok Agung Laksono yang tadinya menginginkan partainya tetap konsisten gelar Munas tahun 2015, akhirnya melaksanakan Munas tandingan.
Aburizal menyelenggarakan Munas di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, 30 November sampai 4 Desember 2014. Setelah itu, Agung Laksono melaksanakan Munas di Ballroom Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2014) malam dan berakhir Senin (8/12/2014) dini hari. Setelah itu, kedua kubu ini sama-sama mendaftarkan kepengurusan masing-masing ke Kemenkumham pada Senin (8/12/2014).
Anton menegaskan kelompok Agung Laksono baru mau berdamai kalau kelompok Aburizal dibubarkan terlebih dahulu.
"Kalau tidak mau bubar, biar begini saja, tidak apa apa. Jalan terus, tanpa keputusan. Nanti kita buktikan di kitab, siapa tabur, siapa tuai. Kita buktikan yang terbaik. Nanti rakyat akan dukung yang terbaik, yaitu kita (kubu Agung Laksono)," kata Anton.
Anton mengatakan Partai Golkar yang dipimpin oleh Agung Laksono menjadi pendukung pemerintahan Joko Widodo.
"Kita hormati pemerintah. Pemerintah sekarang ini sudah terima (pendaftaran) dua kelompok. Dia (Kemenkumham) tidak akan putuskan (sebelum ada perdamaian dua kelompok) karena tidak mau cari penyakit," kata Anton.
Ditanya, siapa tokoh yang saat ini memiliki pengaruh kuat untuk menyatukan Golkar kembali? Anton mengatakan, "Tidak ada."
Ketika ditanya apakah mantan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bisa menjadi penengah? Anton menjawab, "tidak. Saya tahu Pak JK."
Anton mengatakan kelompoknya tidak masalah dengan kondisi seperti sekarang.
"Tidak apa-apa. Kita bisa berada karena dipilih oleh rakyat," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan