- Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa memimpin penetapan pergantian pimpinan DPR RI dari Fraksi Golkar pada Selasa, 27 Januari 2026.
- Agenda ini dilaksanakan karena Adies Kadir mengundurkan diri setelah terpilih menjadi hakim konstitusi di Jakarta.
- Sari Yuliati resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir oleh persetujuan sidang paripurna.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa memimpin proses pergantian pucuk pimpinan DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Agenda tersebut dilaksanakan menyusul pengunduran diri Adies Kadir dari jabatan pimpinan dewan setelah terpilih sebagai hakim konstitusi.
Di hadapan sidang dewan, Saan menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pada awal rapat.
"Sebagaimana telah diputuskan dalam awal rapat paripurna hari ini mari kita memasukan agenda penetapan pemberhentian Wakil Ketua DPR RI dan penetapan penggantian Wakil Ketua DPR RI," ujar Saan.
Saan kemudian membacakan dasar hukum serta alasan pemberhentian Adies Kadir sebagai Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku).
"Berdasarkan ketentuan pasal 39 peraturan DPR RI nomor 1 tahun 2020 tentang tata tertib yang mengatur tata cara pemberhentian pimpinan dpr ri karena mengundurkan diri dari jabatan sebagai pimpinan DPR RI maka perlu menetapkan pemberhentian Adies Kadir dari jabatan Wakil Ketua DPR RI kordinator bidang ekonomi dan keuangan untuk itu kami menanyakan kepada sidang dewan terhormat apakah dapat disetujui?" tanya Saan, yang langsung dijawab "Setuju" oleh anggota dewan.
Setelah mengesahkan pemberhentian Adies Kadir, Saan Mustopa melanjutkan agenda dengan membacakan surat dari DPP Partai Golkar mengenai sosok pengganti yang akan mengisi kursi pimpinan tersebut.
"Selanjutnya surat dari DPP Partai Golkar dimaksud juga menyampaikan usulan penggantian Wakil Ketua DPR RI dari fraksi Golkar dari Adies Kadir kepada saudari Sari Yuliati nomor anggota A-341," ungkap Saan.
Saan kemudian meminta persetujuan akhir kepada seluruh peserta rapat paripurna untuk menetapkan Sari Yuliati sebagai pimpinan DPR RI yang baru.
Baca Juga: Dipanggil Komisi III DPR, Kapolresta-Kajari Sleman Siap Beberkan Kasus Jambret Secara Menyeluruh
"Kepada sidang dewan terhormat terhadap Sari Yuliati nomor anggota A-341 dapat ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI apakah dapat disetujui?" tanya Saan sekali lagi.
Sidang Paripurna secara bulat menyatakan persetujuannya dengan seruan "Setuju" yang diikuti dengan ketukan palu sidang sebagai tanda pengesahan resmi.
Dengan demikian, Sari Yuliati resmi menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Berita Terkait
-
Dipanggil Komisi III DPR, Kapolresta-Kajari Sleman Siap Beberkan Kasus Jambret Secara Menyeluruh
-
Tok! DPR Sahkan Adies Kadir sebagai Hakim MK, Gantikan Inosentius Samsul
-
DPR Ubah Agenda Paripurna, Masukkan Penetapan Adies Kadir sebagai Calon Hakim MK
-
DPR Gelar Rapat Paripurna Hari Ini, Keponakan Prabowo Bakal Disahkan Jadi Deputi Gubernur BI
-
Seloroh di Rapat Komisi I, Utut Sebut Budisatrio Djiwandono Berpeluang Masuk Jajaran Pemerintah
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi
-
Massa Demo Mahasiswa dan Ojol Bersatu Lawan Barikade TNI-Polri Menuju Bundaran HI
-
Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru
-
Nasib Tragis Warga Penolak Penambangan Emas Ilegal di Sumbar, Dipukuli Sampai Luka Berat
-
Demo Mahasiswa Bukan Ancaman: Tarik Militer, Jangan Ada Tameng dan Pentungan
-
Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah
-
KPK Sita Rp59 Juta dan Ribuan Valas di Rumah Silmy Karim: Ada USD, Euro, hingga Yen!