Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyadari akan banyak pejabat yang sakit hati karena kehilangan jabatan ketika Pemerintah Provinsi Jakarta mereorganisasi secara besar-besaran di akhir 2014 dan awal 2015.
"Kalau ada yang sakit hati nggak apa-apa ikut saja bareng orang-orang yang demo. Kayak FPI. Kan kurang orang (kalau berdemo), nah kamu ikut saja," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Ahok menjelaskan reorganisasi harus dilaksanakan karena selama ini banyak pejabat berprestasi yang tidak mendapatkan posisi yang tepat karena terhalang oleh sistem birokrasi.
Perombakan itu nantinya akan dilakukan secara besar-besaran. Lebih dari enam ribu pejabat, mulai dari eselon dua, tiga, sampai empat.
Ahok mengatakan pejabat DKI yang terdampak perombakan dipastikan memiliki kinerja yang buruk.
"Saya sih pakai teori sederhana, stafkan saja orang yang macam-macam di DKI," kata Ahok.
Selama ini, Pemprov DKI hanya memberlakukan sistem jenjang jabatan, di mana seorang staf baru bisa naik jabatan bila mendapatkan promosi dari atasan atau satuan kerjanya.
Ahok mengatakan perekrutan dan pencopotan pejabat berdasarkan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara yang merupakan kewenangan kepala daerah.
"Undang-undang ASN mengatakan pencopotan jabatan eselon merupakan hak prerogatif Kepala Daerah," ujar mantan Bupati Belitung Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?